emeng_bali

Ikon

Just another WordPress.com weblog

sejarah Mitos pulau Flores


Asal Usul Orang Sikka

*Para antropolog dan arkeolog mengatakan orang Sikka penghuni negeri Lorang Flores berasal dari Lembah Dong Son di Hulu Sungai Mekong dan Hoang Ho, China.

*Para penulis sejarah lokal seperti Oscar Mandalangi Parera,DD Kondi dan A Boer berpendapat bahwa orang Sikka berasal dari penghuni asli dan pendatang dari seberang lautan. Para penghuni asli ini disebut Ata Teri Nian E’ra Natar atau Ata TawaTana atau Bapak Pengasal. Menurut Pater Sareng Bao, SVD, manusia menghuni bumi Sikkasejak bumi diciptakan.

* Menurut penduduk asli dan pendatang dari Benggala (kini Bangladesh), yakni Mo’ang Ra’e Raja dengan istrinya Du’a Guru Merang yang melahirkan Raja – raja Kangae. Nama Kabupaten Sikka agaknya berasal dari nama Ibu pelahir para pahlawan negeri ini. Nama ini pun menunjuk pada Dewi Sikh, nama seorang Dewi Padi Ilalang dari ndia.

*Selain Bangladesh, lelulur orang Sikka-pun diyakini berasal dari Malaka, kini Semenanjung Malaysia. Kata hikayat, leluhur itu seorang pelaut, lantaran kapalnya rusak dan terdampar di Paga Mbengu, lalu mengawini perempuan setempat. Leluhur itu disapa Laka dari kata Makala dan keturunannya kini tinggal di wilayah bagian barat Kabupaten Sikka, yakni Paga, Mauloo, Wolowiro di Kecamatan Paga.

Kepurbaan Manusia Sikka
*Prasejarah menunjukkan kawasan Sikka telah ada sejak jaman batu–megalithikum, dimana banyak artefak arkeologis menunjukkan jejak-jejak prasejarah tersebut.

*Zaman pra-sejarah dan roh kepurbakalaan Sikka bisa ditelusuri dalam sastra lisan, dalam mitos dan legenda, sekaligus dapat diraba melalui artefak dan fosil-fosil peninggalan zaman purbakala.Misalnya batu dengan tapak tangan manusia raksasa di Ewa. Kecamatan Waigete, juga ada tapak kaki kiri manusia raksasa yang panjang,tapak kakinya lebih tinggi dari ukuran tinggi manusia normal, dengan lebar tapak kaki bisa mencapai tiga orang manusia berbadan gemuk.

*Fosil-fosil ini ditemukan disebuah batu cadas yang keras. Masyarakat menyebutnya dengan La’e Ripu terdapat di Rejo, Desa Wolorego, Kecamatan Paga. Ada juga sejumlah gua yang diyakini dahulunya ditempati manusiamanusia purba asli Sikka. Seperti Gua Pati Ahu di Talibura, Liang (gua) Keytimu, Kubur batu Buabari di Paga.

*Artefak emas berbentuk kampak atau Bahartaka dan ukiran Tuhan Berwajah Tiga, Bahar Ama Pu Waen Telu di Desa Hale, Kecamatan Bola.

*Artefak perunggu berbentuk perahu Jong Dobo, ditemukan di Kecamatan Kewapante.

*Masih banyak peninggalan lain yang saat ini masih tersimpan di Museum Bikon Blewut, STF Ledalero.

Sejarah Pemerintah Sikka

* Sikka tumbuh kembang dalam 4 era, yakni pra-kolonial, era kolonial Portugis, Hindia-Belanda
dan era paska kemerdekaan. Sejarah menunjukkan kronik Sikka dalam silang budaya yang
sangat kental. Mulai dari silang budaya dengan India, Portugis hingga budaya modern saat ini.

* Tonggak sejarah Sikka dilakukan oleh Raja Don Alexius Alessu Ximenes da Silva pada awaltahun 1600 an sebagai peletak Agama Katholik di Sikka, Ratu Dona Agnesia dan Ratu Dona Maria (1613-1620) sebagai peletak emansipasi wanita, dan Raja Don Thomas Ximenes da Silva sebagai peletak Sikka Modern.

* Adat-istiadat dalam bidang pemerintahan telah lebur dalam tata cara pemerintahan republik pada pertengahan tahun 1950’an dengan dihilangkannya jabatan Raja Sikka setelah Raja Sikka Don Thomas Ximenes da Silva XIII adalah raja terakhir yang secara adat maupun administratif diakui.

* Tahun 1958 terbit ketetapan pemerintah Republik Indonesia mengenai (swapraja) Kabupaten
Sikka.

* Tahun 2002 Kabupaten Sikka sesuai UU no 24/99 dan 34/2003 otomatis sebagai daerah
otonom.

Anda juga bisa membaca sejarah kabupatern Sikka di Kategori Sejarah di Blog ini..

Panorama Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, memang penuh misteri yang tak terselami hingga saat ini.Perubahan warna danau yang sering terjadi di tiga kawah terpisah bekas letusan Gunung Kelimutu itu menjadi keunikan yang tak ada duanya di dunia. Sebagai warga yang cukup lama tinggal di daratan Flores, saya akan memaparkan apa yang saya ketahui tentang Danau Kelimutu berdasarkan pengamatan dan pengetahuan pribadi.

Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ini dikenal sebagai danau tiga warna. Dinding danau yang indah ini rawan longsor. Sayangnya, keindahan Danau Kelimutu tak seindah sistem pengelolaannya. Sejumlah fasilitas, terutama sarana untuk wisatawan, kini banyak dalam kondisi rusak dan tak terawat. Misalnya saja kamar kecil, bangunan pendopo di areal parkir yang kondisinya memprihatinkan, serta kapasitas lahan parkir yang amat terbatas, yang hanya mampu menampung sekitar 20 kendaraan roda empat dan beberapa sepedamotor.

Danau Kelimutu sesungguhnya merupakan salah satu obyek wisata andalan Flores. Untuk mencapai danau yang terletak sekitar 51 kilometer arah timur dari Kota Ende itu, wisatawan bisa menggunakan kendaraan bermotor dari Ende, juga bisa menggunakan bus antarkota.Pemandangan di kawasan itu sangat memesona. Kabut putih tebal yang bergerak perlahan menutupi puncak Gunung Kelimutu ( kurang lebih 1.640 meter di atas permukaan laut) merupakan salah satu pemandangan yang sangat khas di sekitar tiga danau berwarna di atas puncak gunung.

Potensial

Di kawasan Danau Kelimutu banyak hal yang dapat dijumpai, yang jika dikelola secara optimal pasti akan mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Manakala situasi sepi pengunjung, suasana akan terasa senyap dan menjemukan. Kita hanya akan melihat hamparan tanah dengan sejumlah tanaman hijau, selain tentunya menyaksikan perubahan warna yang menakjubkan ketiga danau. Namun, jangan berharap ada penjelasan atau keterangan yang memadai seputar keajaiban danau itu maupun alam sekitarnya.Di kawasan danau hanya ada satu papan yang “berjudul” Perubahan Alam, Kepercayaan Abadi. Akan tetapi, papan itu pun kondisinya sudah tak terawat, penuh goresan tangan jahil yang menghilangkan sejumlah huruf. Keterangan yang diberikan pun hanya seputar legenda secara garis besar, tidak ada penjelasan secara ilmiah.

Tiga danau yang letaknya berdekatan satu sama lain itu juga “tidak bernama”. Di sisi timur, terdapat dua danau, yang airnya masing-masing berwarna hijau dan cokelat tua. Untuk danau yang berwarna hijau, masyarakat biasanya menyebutnya dengan danau arwah muda-mudi (tiwu nua muri ko’o fai). Yang berwarna cokelat tua disebut danau arwah tukang tenung atau orang jahat (tiwu ata polo). Di sisi barat ada satu danau yang berwarna hijau lumut atau gelap, yang biasa disebut danau arwah orangtua (tiwu ata mbupu).

Perubahan warna

Sejumlah kalangan menduga, perubahan warna air di danau itu disebabkan aktivitas Gunung Berapi Kelimutu, pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimia terlarut, serta akibat pantulan warna dinding dan dasar danau. Penjelasan singkat bahwa perubahan warna air ke biru putih (sekarang hijau) dimungkinkan oleh perubahan komposisi kimia air kawah akibat perubahan gas-gas gunung api, atau dapat juga akibat meningkatnya suhu.

Sementara itu, meningkatnya konsentrasi besi (Fe) dalam fluida menyebabkan warna merah hingga kehitaman (sekarang cokelat tua). Adapun warna hijau lumut dimungkinkan dari biota jenis lumut tertentu.Lalu soal dinding pemisah antara tiwu nua muri ko’o fai dengan tiwu ata polo diberikan penjelasan singkat bahwa dari sudut geologi, bagian dinding danau merupakan bagian yang paling labil. Dengan posisi berdekatan, apalagi jika terjadi gempa dengan skala besar, tidak menutup kemungkinan kedua danau ini akan menyatu.Selain itu, mengingat Pulau Flores termasuk daerah rawan gempa, diperlukan kajian untuk dapat menginformasikan kepada wisatawan pada lokasi mana harus berlindung ketika berada di sekitar Danau Kelimutu.

Sejarah Kelimutu

Kelimutu merupakan gabungan dari kata keli yang berarti gunung dan mutu yang berarti mendidih itu merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang sangat terkenal di Pulau Flores, selain Komodo, kampung tradisional Bena dan Taman Laut Riung yang indah.Bagi Anda yang sempat berkunjung ke Flores, kunjungan Anda ke Flores di NTT belum lengkap bila belum sempat mampir ke Danau Kelimutu yang terletak di Gunung Kelimutu. Danau ini menyuguhkan pemandangan danau 3 warna yang pada waktu waktu tertentu warnanya dapat berubah.

Danau Kelimutu ditemukan oleh Van Suchtelen, pegawai Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1915. Danau ini mulai dikenal setelah Romo Bouman menerbitkan artikel mengenai Danau Kelimutu.Danau vulkanik itu dianggap ajaib atau misterius, karena warna ketiga danau tersebut berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.Awalnya Danau Kelimutu dikenal memiliki tiga warna, yakni merah, putih dan biru, dibeberapa dokumen yang ada, danau yang sekarang berwarna hitam, dulu sebelum tahun 1970 berwarna merah, seperti terlihat pada lembaran uang kertas RI harga Rp 5.000 yang lama.

Penduduk setempat meyakini bahwa perubahan warna ketiga danau tersebut menunjukkan gejala alam yang akan timbul seperti gunung berapi meletus, adanya longsor, musibah alam lainnya atau musibah lainnya. Untuk menapaki puncak Kalimutu, ada beberapa pilihan untuk mencapai puncak Kelimutu, yakni dengan berjalan kaki, naik kuda, menyewa motor dan menyewa mobil.

1. Air Panas

Tidak jauh dari Moni Anda dapat menjumpai beberapa sumber air panas di sekitar Moni dan sangat menyegarkan untuk mandi di sumber panas ini terutama setelah Anda turun bekeringat dari Gunung Kelimutu.

2. Rumah adat

Di sekitar Moni seperti di Desa Ngala, Jopu atau Wolowaru pada saat itu Anda dapat melihat beberapa rumah adat setempat yang dibangun menjulang tinggi, beratap kerucut, bentuk di bagian bawah mirip rumah panggung yang tidak terlalu tinggi dari permukaan tanah dan untuk masuk ke dalam rumah seseorang harus menggunakan tangga. Di bagian dalam atap kerucut ini ada suatu platform di mana benda benda sakral termasuk juga tulang belulang nenek moyang mereka disimpan. Sayang sekali ruangan ini tidak diperkenankan untuk difoto.

3. Misionaris

Larantuka dan Maumere merupakan titik awal penyebaran agama Katolik oleh para misionaris Portugis. 400 tahun yang lalu para misionaris Portugal masuk pertama kali ke Maumere, salah satu peninggalan Portugis adalah Gereja Tua Sikka bernuansa Portugis yang sampai sekarang masih berdiri megah di Desa Sikka. Gereja ini berarsitektur kolonial, unsur-unsur tradisional Flores tetap diakomodasikan dalam interiornya dengan berbagai motif tenun Sikka terlukis pada dinding dan altarnya.

Seminari Ledalero dengan museumnya, merupakan bukti lain kuatnya pengaruh agama Katolik dalam kehidupan masyarakat Maumere.

Perjalanan panjang sejarah Flores dapat ditelusuri dari berbagai koleksi yang dimilikinya. Berbagai koleksi tenun ikat dengan motif yang kini tak lagi diproduksi pun dapat ditemui di museum ini. Seminari Ledalero dikelola oleh para misionaris SVD yang berasal dari Austria.

4. Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Rumah pembuangan Bung Karno terletak di Jalan Perwira, Kota Ende yang secara kasat mata kelihatan seperti layaknya permukiman penduduk, yang membedakan dari rumah penduduk lainnya adalah sebuah papan nama bertuliskan “Situs, Bekas Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende” terpampang di halaman depan. Di rumah berukuran 12 x 9 meter ini, mantan Presiden Republik Indonesia yang pertama Soekarno (Bung Karno) menjalani masa pengasingan oleh Kolonial Belanda selama empat tahun (1934-1938).

Informasi untuk FK Travel Guide :

-Waktu yang terbaik untuk berkunjung ke Gunung Kelimutu : Juli-September

-Kegiatan yang bisa dilakukan selama di Kabupaten Sikka : Diving di Maumere, Hunting foto di Gunung Kelimutu dan menikmati keindahan alam Kabupaten Sikka.

-Oleh-oleh yang bisa dibeli : Kain tenun ikat Sikka dan sekitarnya, baik sebagai sarung maupun sebagai accessories seperti tas, rompi maupun jaket, gelang gading gajah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Metal Video Free Download, Death Metal Video, Black Metal Video, Heavy Metal, A-Z - VileMetalVids.com //]]>-->

var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl." : "http://www."); document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + "google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E")); var pageTracker = _gat._getTracker("UA-3302257-1"); pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();
Liputan 6 - Aktual Tajam dan Terpercaya
<!--// -->
<!--// -->

Kontak Kami

Email : redaksi@sctv.co.id atau liputan6@sctv.co.id     Faximile : 021 - 7278 2055,
Telepon : 021 - 2793 5555 Ekstensi 1211 - 1216,
SMS : ketik komentar <spasi> Komentar Anda, Kirim ke 7266
lain-lain : kirim komentar di http://blog.liputan6.com, kirim surat pembaca di http://www.liputan6.com
KOMPAS.com
Minggu, 20 Februari 2011
Selamat Datang   |      |  
<!-- -->
Afrika Barat
Sementara, di Koumassi dekat Abidjan, pasukan pro-Gbagbo juga menembakkan gas air mata kepada para...

KOMPAScom

KompasBola

KompasOtomotif

KompasEntertainment

KompasTekno

Saham & Valas Update : 20/2/2011 02:01
USD
8855.00
DJI
10340.69
EUR
12130.0215
FTSE
6082.99
JPY
106.4431
N300
198.07
AUD
8983.8398
HSI
23595.24
HEADLINE
HEADLINE
SPONSORED CONTENT
1 2 3 4 5 6
Topik Pilihan
KONGRES PSSI
Komite Pemilihan merahasiakan alasan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta, serta calon lain, dari proses verifikasi.
FILM HOLLYWOOD MENGHILANG?
Dengan ditariknya film-film Hollywood dari bioskop-bioskop, menurut Tantowi Yahya, ini menjadi satu peluang besar bagi industri...
UBERTWITTER DIBLOKIR
Fitur pemanjang Twitter melalui alamat tmi.me kemungkinan masih bisa digunakan kecuali untuk Direct Message dan akun yang...
KRISIS TIMUR TENGAH
Amnesti tersebut dijanjikan kurang dari sepekan gelombang protes, yang memaksa mantan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali lari...
Pilihan Editor
<!---Gate Kaleidoskop 2010
--->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!---->
<!-- -->
Pilih Surat Kabar Bangka Pos Banjarmasin Post Kompas Pos Kupang Serambi Indonesia Sriwijaya Post Surya Tribun Batam Tribun Jabar Tribun Kaltim Tribun Pekanbaru Tribun Timur Wartakota Pilih Majalah & Tabloid Angkasa Bola Chip Gaya Hidup Sehat Hai Info Komputer Kontan Motor Plus Otomotif Net Nakita National Geographic Nova PC Plus Sinyal Soccer Idea Pilih Penerbit Elex Media Komputindo Gramedia Majalah Gramedia Pustaka Utama Grasindo Kepustakaan Populer Gramedia Gramedia International Pilih Media Elektronik KOMPAS.com Sonora Motion FM Pilih Industri Bentara Budaya Dyandra Promosindo PT Gramedia Printing Group Universitas Media Nusantara Pilih Hotel Amaris Hotel Santika Indonesia The Kayana The Samaya
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.