emeng_bali

Ikon

Just another WordPress.com weblog

AIR MATA KASIH DAN KASIDAH CINTA


Pulang kampung lebaran kemarin, saya berbekal novel Air Mata Kasih. Novel ini adalah bonus khusus dari sebuah majalah wanita. Lumayan, untuk baca-baca di sana.

Epilognya membuat saya bersemangat. Karena bahasanya agak sulit dimengerti, saya jadi merasa tengan membaca novel rumit yang hebat😀. Setelah beberapa lembar terlewati, saya baru sadar bahwa novel yang tengah saya baca ini ditulis oleh orang yang sama dengan novel Kasidah Cinta, yang saya pinjam dari ibu saya. Di sampulnya ada cap ‘best seller nasional’ dan bertabur endorsement yang hebat-hebat.

Tak heran ada persamaan dalam kedua novel ini. Latarnya sama-sama di bukit Kendeng, di tengah masyarakat desa dengan kehidupan keagamaan yang kental. Ditambah lagi, novel Kasidah Cinta memang sengaja disinggung dalam cerita novel Air mata Kasih. Namun ada yang menggelitik, yang mendorong saya membuat tulisan sederhana ini.

Kita sudah melihat lewat Laskar Pelangi atau Ayat-ayat Cinta, bahwa sebuah novel dapat merubah cara pandang seseorang. Bila karya sastra bisa mempengaruhi orang sedemikian rupa, maka seharusnya penulis harus lebih hati-hati dalam memaparkan ide. Karena, tanggung jawabnya akan besar ketika idenya disetujui, dianggap sebagai kebenaran, lalu diikuti oleh pembacanya.

Novel islami memang wajib membawa misi dakwah, karena itulah memang tujuan utamanya. Sekaya apapun imajinasi pengarang, dan sekuat apapun nuansa lokal yang dipilih, pakemnya akan selalu ada, yaitu bingkai keislaman. Karenanya, saya jadi tak mengerti jika ada novel yang berlabel islami, menggunakan istilah dan nama berbau agama, tapi ada bagian-bagiannya yang lepas dari nilai Islam.

Mari kembali ke dua novel yang disebut di awal tadi. Kasidah Cinta menceritakan kisah pertemuan Sriwiji, sebagai putri dari desa santri, dengan Nugroho yang merupakan putra kepala desa begal. Pada perkembangan selanjutnya, diceritakan bahwa Sriwiji sering bertemu Nugroho di hutan lereng bukit, berdua saja. Untuk apa? Untuk belajar agama.

Bukankah jadi kontradiktif? Seakan tak ada cara lain untuk belajar agama selain dengan bersepi-sepi dengan lawan jenis non mahram. Kalau saya tentu menyalahkan Sriwiji. Ia digambarkan sangat salihat dan paham agama, tapi membiarkan diri mendekati dosa.

Dalam Novel Air Mata Kasih, pola yang sama terlihat lagi. Tokoh utamanya, Ibrahim, digambarkan sebagai pemuda taat yang lidahnya basah dengan asma Allah. Namun ternyata hal itu tak membuatnya risih berduaan di hutan dengan Nayla dan Sarah, dua orang tokoh perempuan. Bagaimana bisa? Apa tak jelas baginya adab pergaulan dalam Islam?

Mungkin ilmu saya soal agama masih terlalu sedikit, hingga melihat ada yang tidak beres dalam dua novel yang ditulis orang yang sama ini. Beliau adalah alumnus Universitas Sains Al-Qur’an, tentu keluasan ilmunya jauh melebihi saya.

Saya percaya bahwa Islam tak menolak adanya cinta. Setelah membaca novel-novel Kang Abik, saya makin yakin kalau munculnya cinta adalah sesuatu yang manusiawi. Tak mungkin mengosongkan hati dari ketertarikan pada lawan jenis. Tapi sejauh yang saya baca dari Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, ada cara yang lebih diridhai untuk mempertemukan ketertarikan itu.

Selain soal khalwat, yang mengganjal dari kedua novel Kasidah Cinta dan Air Mata Kasih adalah sikap yang diambil tokoh ketika merasakan derita akibat memendam atau kehilangan cinta. Sikap tokoh, terutama tokoh yang diidolai pembaca adalah hak yang krusial, karena sekali lagi, ide penulis bisa dianggap sebagai sesuatu yang benar untuk diikuti.

Saya mungkin tak punya banyak pengalaman soal cinta dan betapa dalam akibat yang ditimbulkan olehnya, hingga saya tak bisa paham bagaimana orang bisa hampir gila dibuatnya. Dalam dua novel ini, ‘hampir gila’ bukan hanya dimaknai sebagai hilangnya keseimbangan dalam berpikir, tapi secara literal memang hampir gila.

Tengok halaman 91 dari novel Air Mata Kasih. Anda akan membaca soal tokoh Sarah yang akhirnya tertidur setelah sekian lama hanya menjerit-jerit. Apa sebabnya? Karena mengetahui bahwa lelaki yang diam-diam dicintainya ternyata mencintai orang lain. Padahal Sarah berpendidikan, dan sejak kecil telah mengaji di surau. Hal yang sama terjadi pada Ibrahim, tokoh utama novel yang sama. Ia menerima kabar pengkhianatan kekasihnya (!), hingga penderitaa itu sampai membuatnya meninggal (hlm. 346).

Dalam Kasidah Cinta, tentu saja pola yang sama dapat ditemui. Tokoh Nugroho yang digambarkan gagah, kehilangan semua pesona dan kekuatannya karena memendam cinta pada Sriwiji.

Entahlah kalau di dunia nyata hal itu memang wajar terjadi. Saya sendiri menganggapnya sebagai kelemahan, mengingat mayoritas tokoh yang mengalaminya digambarkan amat paham agama. Bukankah hal itu dekat pada kerapuhan hati dan rendahnya tawakkal pada rizki Allah yang salah satunya dalah rasa cinta? Apakah bijak mencintai manusia hingga ‘mabuk’ seperti itu?

Tapi sebenarnya, sengotot apapun saya berpendapat, kenyataannya sudah ada cap best seller nasional di sampul novel Kasidah Cinta. Air Mata Kasih bahkan dibeli hak ciptanya secara eksklusif oleh sebuah majalah wanita terkenal di Indonesia untuk menjadi bonus spesial lebaran. Itu artinya novel ini disukai masyarakat. Jadi mungkin ini hanya masalah selera. Kasidah Cinta dan Air Mata Kasih memang tak cocok untuk saya.

Filed under: Uncategorized,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Metal Video Free Download, Death Metal Video, Black Metal Video, Heavy Metal, A-Z - VileMetalVids.com //]]>-->

var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl." : "http://www."); document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + "google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E")); var pageTracker = _gat._getTracker("UA-3302257-1"); pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();
Liputan 6 - Aktual Tajam dan Terpercaya
<!--// -->
<!--// -->

Kontak Kami

Email : redaksi@sctv.co.id atau liputan6@sctv.co.id     Faximile : 021 - 7278 2055,
Telepon : 021 - 2793 5555 Ekstensi 1211 - 1216,
SMS : ketik komentar <spasi> Komentar Anda, Kirim ke 7266
lain-lain : kirim komentar di http://blog.liputan6.com, kirim surat pembaca di http://www.liputan6.com
KOMPAS.com
Minggu, 20 Februari 2011
Selamat Datang   |      |  
<!-- -->
Afrika Barat
Sementara, di Koumassi dekat Abidjan, pasukan pro-Gbagbo juga menembakkan gas air mata kepada para...

KOMPAScom

KompasBola

KompasOtomotif

KompasEntertainment

KompasTekno

Saham & Valas Update : 20/2/2011 02:01
USD
8855.00
DJI
10340.69
EUR
12130.0215
FTSE
6082.99
JPY
106.4431
N300
198.07
AUD
8983.8398
HSI
23595.24
HEADLINE
HEADLINE
SPONSORED CONTENT
1 2 3 4 5 6
Topik Pilihan
KONGRES PSSI
Komite Pemilihan merahasiakan alasan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta, serta calon lain, dari proses verifikasi.
FILM HOLLYWOOD MENGHILANG?
Dengan ditariknya film-film Hollywood dari bioskop-bioskop, menurut Tantowi Yahya, ini menjadi satu peluang besar bagi industri...
UBERTWITTER DIBLOKIR
Fitur pemanjang Twitter melalui alamat tmi.me kemungkinan masih bisa digunakan kecuali untuk Direct Message dan akun yang...
KRISIS TIMUR TENGAH
Amnesti tersebut dijanjikan kurang dari sepekan gelombang protes, yang memaksa mantan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali lari...
Pilihan Editor
<!---Gate Kaleidoskop 2010
--->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!---->
<!-- -->
Pilih Surat Kabar Bangka Pos Banjarmasin Post Kompas Pos Kupang Serambi Indonesia Sriwijaya Post Surya Tribun Batam Tribun Jabar Tribun Kaltim Tribun Pekanbaru Tribun Timur Wartakota Pilih Majalah & Tabloid Angkasa Bola Chip Gaya Hidup Sehat Hai Info Komputer Kontan Motor Plus Otomotif Net Nakita National Geographic Nova PC Plus Sinyal Soccer Idea Pilih Penerbit Elex Media Komputindo Gramedia Majalah Gramedia Pustaka Utama Grasindo Kepustakaan Populer Gramedia Gramedia International Pilih Media Elektronik KOMPAS.com Sonora Motion FM Pilih Industri Bentara Budaya Dyandra Promosindo PT Gramedia Printing Group Universitas Media Nusantara Pilih Hotel Amaris Hotel Santika Indonesia The Kayana The Samaya