emeng_bali

Ikon

Just another WordPress.com weblog

pulau kundur mati suri


PULAU Kundur ternyata memiliki keindahan alam yang sangat menawan. Di pulau yang memiliki luas hampir 48 km persegi ini terdapat sejumlah objek wisata alam yang masih asli dan unik. Namun sayang potensi alam tersebut belum dikelola secara serius oleh pemerintah daerah.

Berkunjung ke Pulau Kundur di Kabupaten Karimun, tidak saja akan bertemu dengan masyarakat yang masih memegang teguh budaya Melayu tetapi juga panorama alam yang indah. Beberapa pantai yang ada di Pulau Kundur memiliki pemandangan yang eksotis dengan bentangan pasir putih yang menawan.

Ada pantai di Desa Batu Liamu yang memiliki bebatuan granit yang terbentuk ratusan tahun lalu dan punya nama yang unik seperti batu kemaluan, batu kapal, batu lesung dan lain-lain. Batu serupa ada juga di Pantai Teluk Utas.

Objek wisata bebatuan yang sangat terkenal di Pulau Kundur adalah objek wisata bebatuan di Desa Batu Limau. Konon di sana ada 2 batu kemaluan masing-masing kemaluan wanita dan pria yang hingga saat ini dalam keadaan utuh dan mudah dilihat.

Selama ini, objek wisata pantai di Pulau Kundur baru dinikmati oleh wisatawan lokal atau daerah setempat. Kehadiran wisatawan dari luar daerah belum banyak dijumpai. Pemandangan ini bisa terlihat saat hari libur. Pantai Lubuk, Pantai Sawang, Pantai Ketapang dan Pantai Timun selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat Pulau Kundur yang menghabiskan hari libur bersama keluarga.

Padahal jika pemerintah daerah mengembangkan ptensi wisata ini dengan membangun infrastruktur serta melakukan promosi, niscaya, wisatawan luar akan ramai mengunjungi Pulau Kundur.

“Saya melihat pengelolaan objek wisata di Pulau Kundur belum ada . Pengelolaan baru sebatas masyarakat secara pribadi maupun berkelompok. Sementara perhatian pemerintah untuk mengembangkan objek wisata ini untuk meningkatkan pendapatan daerah beloum terlihat sama sekali,” ujar Sahir Jalil, salah seorang tokoh pemuda Kundur Barat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur sangat diperlukan untuk mengembangkan sejumlah objek wisata di Pulau Kundur. Karena itu, dia yakin dengan mudahnya akses menuju ke pulau ini akan semakin membuka peluang untuk pengelolaan objek wisata oleh pemerintah setempat.

Hal yang sama juga diungkapkan Jefrizal, S.Sos.,Kepala Desa Sawang Laut. Menurutnya, ada beberapa objek wisata yang cukup potensial namun belum tersentuh sama sekali.

Jefrizal mencontohkan, objek wisata Pantai Kobel Desa Sawang Laut Kecamatan Kundur Barat yang memiliki tradisi menangkap kupang. Tradisi ini hanya ada di Pantai Kopel setahun sekali karena kupang munculnya sekali dalam setahun.

“jika dikelola dengan baik dengan sedikit sentuhan dari pemerintah setempat maka hasilnya akan sangat positif bagi pengembangan perekonomian masyarakat di desa tersebut,” kata Jefrizal.

Tercemar Sampah

Kondisi yang memprihatinkan tampak di Pantai Lubuk yang juga merupakan salah satu andalan tujuan wisata masyarakat Pulau Kundur. Saat ini, keadaannya tidak seindah dulu lagi. Pasir putih yang membentang di bibir pantai sepanjang lebih kurang 2 km telah dikotori oleh sampah organik kiriman dari pulau-pulau seberang.

Meski telah sering dilakukan pembersihan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar pantai, namun sampah-sampah ini dengan cepat kembali menumpuk di bibir pantai. Keadaan ini seolah menjadi dilema tersendiri bagi masyarakat sekitar pantai, pasalnya mereka belum bisa mendapatkan cara terbaik untuk menanggulangi sampah-sampah itu.

Sampah yang terdiri dari sabut kelapa, kelapa kering, pohon nipah dan lain-lain jelas bukan berasal dari buangan masyarakat setempat karena sudah ada larangan membuang sampah dipinggir pantai. Sampah-sampah itu diduga berasal dari pulau seberang yang terbawa arus air laut.
“Masyarakat selalu berupaya membersihkan pantai ini secara gotong royong apalagi saat akan digelar pesta pantai di sini. Namun sampah yang datang dari pulau lain diseberang memang tidak dapat dihalangi. Sampah itu setiap hari terus mengalir kesini dan menumpuk di pinggir pantai,” ujar Sekretaris Desa Lubuk Abd. Gani.

Sementara Zainur, salah seorang nelayan di Pulau Kundur, melihat, saat ini kehidupan nelayan semakin sulit karena hasil tangkapan ikan terus berkurang. Dengan dikelolanya objek wisata pantai, bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengangkat kembali kehidupan para nelayan yang memang sebagian besar tinggal dan hidup di pinggir pantai.

Apalagi katanya, hampir semua objek wisata pantai dan bebatuan di Pulau Kundur mudah dijangkau bahkan kendaraan roda empat bisa langsung masuk ke lokasi pantai. Hal ini merupakan satu kelebihan karena pemerintah tidak perlu lagi harus membuat jalan baru. Salah satunya objek wsiata batu kemaluan di Batu Limau yang sudah sering dikunjungi masyarakat.

“Dulu daerah ini sulit dijangkau, satu-satunya kendaraan yang bisa dipakai menuju kesana hanyalah sepeda motor. Namun dengan dibangunnya jalan menuju ke Batu Limau transportasi lebih mudah dan bisa dilalui oleh kendaraan roba empat,” kata Zainur.

Aminah, warga Lubuk mengatakan, Lokasi wisata perlu dipercantik dengan menambah sarana bermain untuk anak-anak dan lain sebagainya. Begitu juga sarana berbelanja yang dapat dimanfaatkan oleh warga setempat untuk berjualan makanan dan pernak-pernik buah tangan sehingga bisa menambah penghasilan warga setempat.

“Kalau memang pemerintah bisa membangun tempat berjualan atau warung kami siap untuk memanfaatkannya. Selain akan menambah kenyamanan para wisatawan, juga akan sangat bermanfaat bagi warga setempat untuk bejualan. Banyak sekali makanan tradisional yang bisa diolah dan dijual dan itu sangat disukai masyarakat seperti makanan khas melayu dan suku lainnya yang ada di Pulau Kundur ini,” kata Aminah.

Potensi besar jika tidak dikelola dengan baik akan bisa menghasilkan apa-apa. Sudah saatnya masyarakat diarahkan untuk bisa memanfaatkan semua potensi yang ada apalagi potensi wisata yang memang sangat menjanjikan di Pulau Kundur. (sm/km)

Tradisi Menangkap Kupang Hanya Ada di Pantai Kobel

Pantai Kobel Desa Sawang Laut Kecamatan Kundur Barat, memiliki potensi yang unik dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Pulau Kundur. Di pantai ini terdapat sejenis kerang-kerangan yang disebut kupang yang hanya muncul setahun sekali.
Menurut masyarakat setempat, Kupang mulai ada sejak sekitar bulan Mei dan Juni dan baru bisa dipanen sekitar bulan September sampai Oktober. Kupang punya cita rasa yang gurih dan enak.

Setiap musim Kupang datang, bukan hanya masyarakat Desa Sawang laut yang turun berbondong-bondong memungut Kupang, warga dari desa lain seperti Prayun, Kundur, Tanjungbatu dan Urung juga tak ketinggalan.

Kebiasaan tahunan ini menjadi pemandangan yang menarik dan merupakan salah satu potensi yang besar untuk kegiatan wisata bahari. Kupang yang dipungut bahkan dapat dijual ke masyarakat dengan harga antara Rp3.000,- sampai Rp6.000,-/kg.

“Pemandangan seperti ini terjadi hampir setiap tahun bahkan pernah setahun 2 kali. Kebetulan kupang ini hanya ada di pantai Kobel sedangkan di pantai lain di Pulau Kundur ini tidak ada kupang,” ujar Erwin (40) salah seorang nelayan.

Menurut Ketua Kelompok Nelayan Kobel Bestari Karim (40), pihaknya bersama desa berencana akan mengembangkan wilayah ini menjadi kawasan wisata khusus Kupang. “Kami akan mencoba membicarakan hal ini dengan aparat desa agar ini dijadikan kawasan wisata Kupang dan menjadi aset bagi desa kami,” ujarnya sembari menambahkan, bukan hanya kupang, remis semacam kerang juga setiap tahun muncul di Pantai ini.

Kegiatan menangkap Kupang di Pantai Kobel dimulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 08.00 Wib saat air mulai pasang. Pantai Kobel mudah dijangkau hanya dengan waktu sekitar 30 menit menggunakan angkot dari Tanjungbatu dan Selat Beliah. Selain dekat dari jalan aspal kendaraan roda empat juga bisa masuk langsung ketepi Pantai Kobe. (sm/km)

Cerita Rakyat di Balik Objek Wisata Bebatuan

Objek wisata Teluk Utas di Desa Kundur Kecamatan Kundur Barat menyimpan keindahan yang belum tersentuh. Selain terdapat pantai dengan pasir putih yang membentang, terdapat bebatuan unik yang memiliki beberapa nama sesuai keyakinan masyarakat. Ada batu kemaluan, batu gajah, batu laksamana, batu lipat kain dan batu kursi.

Dengan keunikan tersendiri pantai Teluk Utas menyuguhkan panorama indah dan memiliki beberapa cerita rakyat berkaitan dengan bebatuan granit yang terbentuk oleh alam sejak ratusan tahun lalu.

Lokasi pantai Teluk Utas hanya berjarak sekitar 6 km dari Pelabuhan Selat Beliah melalui jalur jalan Teluk Dalam, sementara jika melalui jalan utama hanya berjarak sekitar 12 km. Bisa ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi. Dengan kendaraan umum seperti ojek ongkos sekitar Rp12.000,-, sementara dengan angkutan kota (oplet) ongkosnya hanya Rp5.000,-.

Dari ibu kota Kecamatan Kundur Tanjungbatu hanya berjarak sekitar 30 km. Selain wisatawan lokal, sejumlah wisatawan dari Malaysia dan Singapura pernah berkunjung ke pantai ini sekedar melihat keanehan batu-batu besar yang menyimpan mitos tersebut.

“Pantai wisata Teluk Utas di Desa Kudur ini sebenarnya cukup menarik untuk dijadikan tujuan wisata. Hanya saja selama ini kurang promosi pantai ini seolah terabaikan. Di pantai ini juga rencananya akan dibangun tambatan perahu sepanjang lebih kurang 500 meter menuju ke Pulau Timun Darat. Sementara di Pulau Timun Darat terdapat sebuah gua yang belum pernah terjamah,” ujar M. Nur Alamsyah, BA tokoh masyarakat Desa Kundur.

Wisata bebatuan seperti ini banyak ditemukan di Pulau Kundur, namun tidak semuanya memiliki nama dan cerita yang biasa disebut dengan dongeng. “Objek wisata seperti ini menurut saya bukan hanya potensial untuk wisata tetapi juga untuk kegiatan seni budaya,” imbuh Rasyid, warga setempat.

Ditambahkan, dulu selalu ada rombongan murid-murid dari salah satu sekolah yang berwisata di Teluk Utas, namun beberapa tahun belakangan kegiatan seperti ini tidak ada lagi. Padahal, pengenalan daerah wisata seperti ini juga perlu dilakukan melalui lembaga-lembaga pendidikan agar anak-anak bisa lebih mengenali daerahnya sendiri. (sm/km)

Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Metal Video Free Download, Death Metal Video, Black Metal Video, Heavy Metal, A-Z - VileMetalVids.com //]]>-->

var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl." : "http://www."); document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + "google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E")); var pageTracker = _gat._getTracker("UA-3302257-1"); pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();
Liputan 6 - Aktual Tajam dan Terpercaya
<!--// -->
<!--// -->

Kontak Kami

Email : redaksi@sctv.co.id atau liputan6@sctv.co.id     Faximile : 021 - 7278 2055,
Telepon : 021 - 2793 5555 Ekstensi 1211 - 1216,
SMS : ketik komentar <spasi> Komentar Anda, Kirim ke 7266
lain-lain : kirim komentar di http://blog.liputan6.com, kirim surat pembaca di http://www.liputan6.com
KOMPAS.com
Minggu, 20 Februari 2011
Selamat Datang   |      |  
<!-- -->
Afrika Barat
Sementara, di Koumassi dekat Abidjan, pasukan pro-Gbagbo juga menembakkan gas air mata kepada para...

KOMPAScom

KompasBola

KompasOtomotif

KompasEntertainment

KompasTekno

Saham & Valas Update : 20/2/2011 02:01
USD
8855.00
DJI
10340.69
EUR
12130.0215
FTSE
6082.99
JPY
106.4431
N300
198.07
AUD
8983.8398
HSI
23595.24
HEADLINE
HEADLINE
SPONSORED CONTENT
1 2 3 4 5 6
Topik Pilihan
KONGRES PSSI
Komite Pemilihan merahasiakan alasan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta, serta calon lain, dari proses verifikasi.
FILM HOLLYWOOD MENGHILANG?
Dengan ditariknya film-film Hollywood dari bioskop-bioskop, menurut Tantowi Yahya, ini menjadi satu peluang besar bagi industri...
UBERTWITTER DIBLOKIR
Fitur pemanjang Twitter melalui alamat tmi.me kemungkinan masih bisa digunakan kecuali untuk Direct Message dan akun yang...
KRISIS TIMUR TENGAH
Amnesti tersebut dijanjikan kurang dari sepekan gelombang protes, yang memaksa mantan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali lari...
Pilihan Editor
<!---Gate Kaleidoskop 2010
--->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!---->
<!-- -->
Pilih Surat Kabar Bangka Pos Banjarmasin Post Kompas Pos Kupang Serambi Indonesia Sriwijaya Post Surya Tribun Batam Tribun Jabar Tribun Kaltim Tribun Pekanbaru Tribun Timur Wartakota Pilih Majalah & Tabloid Angkasa Bola Chip Gaya Hidup Sehat Hai Info Komputer Kontan Motor Plus Otomotif Net Nakita National Geographic Nova PC Plus Sinyal Soccer Idea Pilih Penerbit Elex Media Komputindo Gramedia Majalah Gramedia Pustaka Utama Grasindo Kepustakaan Populer Gramedia Gramedia International Pilih Media Elektronik KOMPAS.com Sonora Motion FM Pilih Industri Bentara Budaya Dyandra Promosindo PT Gramedia Printing Group Universitas Media Nusantara Pilih Hotel Amaris Hotel Santika Indonesia The Kayana The Samaya