emeng_bali

Ikon

Just another WordPress.com weblog

Susu Berbakteri Sebabkan Menkes Dipanggil DPR


Dipicu oleh keengganan untuk membeberkan susu formula yang mengandung bakteri kepada masyarakat, membuat pihak DPR berniat untuk memanggil Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningih. Karena adanya keengganan mengumumkan produk susu berbakteri tersebut juga telah membuat banyak masyarakat merasa cemas. Hal ini juga menuai tanggapan dari Wakil Ketua DPR.

“Ada apa sebenarnya ini? Menkes terkesan menghindar, bahkan seperti menyembunyikan sesuatu,” kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Jakarta, Senin, 14 Februari 2011.

Menurut Ketua Komisi Kesehatan DPR, Ribka Tjiptaning, persoalan susu formula ini cukup krusial. “Terutama bagi kaum ibu karena mereka jadi khawatir memberikan tambahan gizi (dari susu formula) kepada anaknya,” kata Ribka.

Persoalan susu formula ini, diakui Ribka sudah terjadi sejak 2008. Dan hingga saat ini, pemerintah belum memberikan kejelasan sikap tentang susu formula yang mengandung bakteri. “Ini tanggung jawab Kementerian Kesehatan, karena leading sector ada di sana,” ujarnya.

Dia menilai Kementerian Kesehatan, BPOM, dan IPB terkesan melindungi produsen susu formula daripada melindungi kepentingan keselamatan publik. “Sikap mereka melawan hukum karena tidak menjalankan keputusan MA.”

Padahal sudah 10 bulan, Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan yang mewajibkan Kementerian Kesehatan, BPOM, dan IPB menginformasikan merek susu yang terkontaminasi Entrobacter sakazakii kepada publik. Namun, hingga kini tak ada satupun yang bersedia buka mulut.

Menurut MA, pengumuman itu penting, guna menghindari pihak-pihak yang dirugikan. “Bagaimana nanti kalau ada orang celaka mengonsumsi susu berbakteri itu. Jadi saya kira pejabat publik harus mengetahui betapa pentingnya transparansi itu,” kata Ketua MA, Harifin Tumpa.

Apakah ada sanksi jika keputusan MA tidak dieksekusi? “Tergantung orang yang dirugikan,” kata Harifin. Mereka bisa ambil langkah hukum jika tidak kunjung diekseskusi.

Sejauh ini, baru Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Muslim yang telah melaporkan masalah ini ke Bareskrim Mabes Polri. Terlapornya adalah Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kustantinah, dan Rektor Institut Pertanian Bogor, Herry Suhardiyanto.

Sesuai dengan keterangan pers yang diterima VIVAnews.com, Minggu 13 Februari 2011, laporan bernomor: LP/77/II/2011/Bareskrim tanggal 11 Februari 2011 itu didasarkan pada Pasal 52 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Sesuai UU, badan publik yang dengan sengaja tidak mengumumkan informasi publik, yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak terancam pidana berupa penjara satu tahun atau denda Rp5 juta.

Ketua LSM Sahabat Muslim, Muhammad HS, meminta polisi bergerak cepat menangani kasus yang mendapat perhatian luas masyarakat. “Agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat yang meluas, khususnya pada kalangan orangtua.”

Selain itu, polisi juga harus menyita dokumen hasil penelitian IPB dan mengambil alih kewajiban mengumumkan produk susu yang tercemar, sesuai perintah UU Keterbukaan Informasi Publik. “Polisi juga diminta mengungkap motif penundaan pengumuman produk susu formula yang tercemar bakteri,” ujar Muhammad.

Polisi juga dapat mengembangkan kasus ini ke Undang-undang Kesehatan, terkait beredarnya produk makanan yang merusak kesehatan dan sengaja tidak ditarik dari peredaran.

Guna menantisipasi kemungkinan adanya masyarakat yang kesehatannya terganggu karena mengkonsumsi susu formula tercemar bakteri, LSM Sahabat Muslim membuka posko pengaduan di kawasan Jalan Harapan Indah, Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

***

Dalam jumpa pers Kamis, 10 Februari 2011 lalu, Menteri Kesehatan mengaku tidak mengetahui hasil penelitian tim IPB pada 2008, yang menyatakan sejumlah susu formula mengandung bakteri berbahaya.

Menurut Menteri Kesehatan, IPB sebagai universitas independen tidak wajib melaporkan hasil penelitiannya kepada Kementerian Kesehatan. IPB juga menolak mengumumkan dengan alasan belum menerima surat keputusan Mahkamah Agung secara resmi.

Menkes menambahkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meneliti secara berkala dan menjamin produk susu formula di pasaran bebas bakteri tersebut dan aman konsumsi.

Ditanyai kembali mengenai persoalan ini, Menteri Kesehatan, di sela-sela peringatan Hari Kanker di FX, Jakarta, Minggu 13 Februari 2011, hanya menjawab, “Yang penting sekarang kalau bayi usia 0-6 bulan dikasih ASI, kalau nggak bisa memberi ASI, pake susu formula tidak masalah. Asalkan airnya direbus matang.”

*****

Kasus ini bermula dari penelitian IPB antara tahun 2003 hingga 2006. Dalam penelitian itu, ditemukan sejumlah susu formula yang mengandung bakteri yang berbahaya.

Berbekal penelitian itu, seorang pengacara bernama David Tobing meminta pengadilan membuka daftar merek susu itu. David lantas mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 17 Maret 2008. Pengadilan mengabulkan gugatannya agar Menkes dan tergugat lainnya mengumumkan secara transparan susu formula yang tercemar.

Namun, putusan itu digugat oleh pihak tergugat yakni Pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan RI, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, dan Institut Pertanian Bogor. Mereka banding. Namun, lagi-lagi upaya mereka kandas hingga putusan kasasi.

Dalam putusannya, Majelis Kasasi Mahkamah Agung memerintahkan tiga lembaga untuk mengumumkan susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh bakteri Enterobacter Sakazakii. Putusan ini dibacakan 26 April 2010 dengan majelis kasasi yang diketuai Harifin A Tumpa dan anggota Muchsin serta I Made Tara.

Dalam pertimbangannya, dasar perintah majelis hakim adalah penelitian IPB yang diketuai Sri Estuningsih yang dipublikasikan melalui situs kampus pada 17 Februari 2008. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii.

Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Metal Video Free Download, Death Metal Video, Black Metal Video, Heavy Metal, A-Z - VileMetalVids.com //]]>-->

var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl." : "http://www."); document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + "google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E")); var pageTracker = _gat._getTracker("UA-3302257-1"); pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();
Liputan 6 - Aktual Tajam dan Terpercaya
<!--// -->
<!--// -->

Kontak Kami

Email : redaksi@sctv.co.id atau liputan6@sctv.co.id     Faximile : 021 - 7278 2055,
Telepon : 021 - 2793 5555 Ekstensi 1211 - 1216,
SMS : ketik komentar <spasi> Komentar Anda, Kirim ke 7266
lain-lain : kirim komentar di http://blog.liputan6.com, kirim surat pembaca di http://www.liputan6.com
KOMPAS.com
Minggu, 20 Februari 2011
Selamat Datang   |      |  
<!-- -->
Afrika Barat
Sementara, di Koumassi dekat Abidjan, pasukan pro-Gbagbo juga menembakkan gas air mata kepada para...

KOMPAScom

KompasBola

KompasOtomotif

KompasEntertainment

KompasTekno

Saham & Valas Update : 20/2/2011 02:01
USD
8855.00
DJI
10340.69
EUR
12130.0215
FTSE
6082.99
JPY
106.4431
N300
198.07
AUD
8983.8398
HSI
23595.24
HEADLINE
HEADLINE
SPONSORED CONTENT
1 2 3 4 5 6
Topik Pilihan
KONGRES PSSI
Komite Pemilihan merahasiakan alasan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta, serta calon lain, dari proses verifikasi.
FILM HOLLYWOOD MENGHILANG?
Dengan ditariknya film-film Hollywood dari bioskop-bioskop, menurut Tantowi Yahya, ini menjadi satu peluang besar bagi industri...
UBERTWITTER DIBLOKIR
Fitur pemanjang Twitter melalui alamat tmi.me kemungkinan masih bisa digunakan kecuali untuk Direct Message dan akun yang...
KRISIS TIMUR TENGAH
Amnesti tersebut dijanjikan kurang dari sepekan gelombang protes, yang memaksa mantan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali lari...
Pilihan Editor
<!---Gate Kaleidoskop 2010
--->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!---->
<!-- -->
Pilih Surat Kabar Bangka Pos Banjarmasin Post Kompas Pos Kupang Serambi Indonesia Sriwijaya Post Surya Tribun Batam Tribun Jabar Tribun Kaltim Tribun Pekanbaru Tribun Timur Wartakota Pilih Majalah & Tabloid Angkasa Bola Chip Gaya Hidup Sehat Hai Info Komputer Kontan Motor Plus Otomotif Net Nakita National Geographic Nova PC Plus Sinyal Soccer Idea Pilih Penerbit Elex Media Komputindo Gramedia Majalah Gramedia Pustaka Utama Grasindo Kepustakaan Populer Gramedia Gramedia International Pilih Media Elektronik KOMPAS.com Sonora Motion FM Pilih Industri Bentara Budaya Dyandra Promosindo PT Gramedia Printing Group Universitas Media Nusantara Pilih Hotel Amaris Hotel Santika Indonesia The Kayana The Samaya