emeng_bali

Ikon

Just another WordPress.com weblog

gejolak-buruh-dan-pengangguran-pisau-bermata-dua



Para buruh, jika tidak hati-hati melangkah, satu kaki mereka bisa terperangkap lubang PHK. Boleh jadi mereka bergabung di dalam barisan panjang penganggur. Badai aksi protes buruh sudah berlalu. Gelombang protes yang menentang revisi UU Ketenagakerjaan 13/2003 berlangsung dari akhir Maret sampai pekan pertama April—mengguncang berbagai kota di Jawa, seperti Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta. Puncak amarah puluhan ribu buruh dilampiaskan di depan Istana Merdeka, Rabu siang (5/4/2006).

Pemerintah mendengarkan protes para buruh, menangguhkan revisi sampai adanya kesepakatan yang dicapai forum tripartit—wakil-wakil pemerintah, pengusaha dan buruh. Usulan revisi menyangkut lima hal; penentuan upah dialihkan ke pemerintah kabupaten/kota, aturan mogok kerja, penyesuaian pesangon dan masalah PHK, aturan kontrak pekerjaan (outsourcing) dan perizinan pekerja asing.

Para demonstran buruh yang mengamuk, merusak tanda-tanda lalulintas, marka jalan, dan pot-pot tanaman pecah berantakan. Akibat ulah mereka pemerintah DKI Jakarta menanggung kerugian material sampai Rp 700 juta lebih. Namun kemalangan itu tak seberapa dibandingkan dengan kerugian yang diderita sejumlah pabrik tekstil di Jawa Barat.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menerima laporan kerugian senilai Rp 70 miliar dari sejumlah pabrik tekstil di Cimahi dan Batujajar, karena buruh-buruh mereka dipaksa mengikuti aksi demo, menghentikan mendadak mesin-mesin yang sedang berproduksi. Karena berhenti mendadak barang-barang yang ada di mesin rusak, dan pabrik kehilangan waktu produksi yang sudah dijadwalkan sehingga produktivitas mengalami penurunan.

Karena itu, API sedang menyiapkan gugatan hukum kepada serikat pekerja.
Puluhan ribu buruh yang turun serentak ke jalan di berbagai kota (4/4/2006), menolak revisi undang-undang yang dianggap melemahkan posisi buruh di hadapan majikan. Tak kurang dari 10.000 buruh, bergabung di dalam Aliansi Buruh Menggugat, dalam perjalanan dari Bundaran HI menuju Istana Merdeka, Jakarta, memaksa radio milik negara, RRI, untuk menyiarkan pesan-pesan mereka. Perwakilan buruh memaksa masuk, dan menyiarkan pesan mereka selama lima menit:“Kami akan tetap berdemo jika sampai 1 Mei revisi tidak dicabut”.

Reaksi Asosiasi Pengusaha Indonesia beragam menanggapi aksi buruh. Pucuk pimpinan Apindo Hasanuddin Rachman mengecam keras aksi yang dianggapnya tidak konstitusional itu. “Mereka bermasalah dengan pemerintah. Buruh boleh mogok bilamana perundingan tak berhasil menyelesaikan masalah dengan pengusaha.”

Para buruh menuntut agar hak-hak mereka dilindungiMeski tak berkaitan dengan protes melawan revisi UU Ketenagakerjaan, gelombang aksi buruh PT Maspion Group, akhir Februari lalu, telah melumpuhkan perusahaan elektronik terbesar di Indonesia itu. Mereka menuntut kenaikan upah. Namun perusahaan yang mempekerjakan 23.000 buruh ini terpaksa menghentikan produksinya. Nasib tragis menimpa Maspion lantaran tak mau membayar tambahan upah Rp 30.000 per bulan untuk setiap pekerja. Padahal gubernur Jawa Timur menetapkan bahwa UMK yang mulai berlaku Januari 2006 sebesar Rp 685.500, tetapi Maspion hanya mau membayar Rp 655.500.

“Langkah buruh menuntut kenaikan upah yang lebih besar janganlah anarkis,” kata Wapres Jusuf Kalla. Jusuf tidak ingin adanya pihak-pihak yang mengail di air keruh tatkala bangsa menghadapi kondisi yang berat seperti sekarang. Wapres menyampaikan keprihatinannya pada aksi buruh di depan kantor Gubernur Jatim yang berakhir dengan bentrokan. “Buruh boleh saja menuntut hak, namun harus menyadari, perusahaan mesti bisa bertahan,” kata Jusuf.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengingatkan bahwa solusi masalah perburuhan mesti mengacu pada tiga pilar; proteksi terhadap kesejahteraan dan hak-hak buruh, tumbuhnya dunia usaha, dan bangkitnya ekonomi nasional. Susilo menyampaikan pesan tersebut setelah memimpin pertemuan tiga pihak (tripartit) yang dihadiri Wapres dan 12 menteri, 11 pengusaha dan 30 wakil serikat buruh di Wisma Negara (7/4/2006).

Nasib draf revisi tersebut menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie akan ditentukan oleh pertemuan antara wakil-wakil dari pemerintah, pengusaha dan serikat buruh dalam waktu dekat ini. “Jika forum memutuskan UU itu direvisi, masing-masing pihak mengajukan usulan perubahan,” kata Aburizal.

“Pembahasan tripartit mesti dimulai dari nol,” sambung Abdul Aziz, Ketua Serikat Pekerja BUMN. Nada tidak keberatan duduk bersama datang dari Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Rekson Silaban, “Asalkan pemerintah jujur dan adil di dalam merumuskan undang-undang tersebut”.

Pengangguran
Kondisi ketenagakerjaan Indonesia memburuk sejak awal krisis ekonomi tahun 1997. Angka pengangguran, terbuka dan terselubung, meningkat dari tahun ke tahun. Misalnya, tahun 2002, angkatan kerja 100,779 juta; bekerja 91,647 juta, penganggur terbuka 9,132 juta, penganggur terpaksa 28,869 juta. Empat tahun kemudian (2006) angka itu berubah menjadi; angkatan kerja 105,8 juta, bekerja 94.95 juta, penganggur terbuka 10.8 juta, setengah penganggur 29,64 juta, terdiri dari; sukarela 15.32 juta dan terpaksa 14,32 juta.

Mempejuangkan nasibDengan demikian kumulatif pengangguran meningkat dari 38 juta lebih tahun 2002 menjadi 40 juta lebih tahun 2006. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2005 mencapai 5,01%, diharapkan meningkat menjadi 5,29% tahun 2006. Setiap satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap 400.000 tenaga kerja.

Selain pengangguran, masalah ketenagakerjaan juga dihadang oleh PHK dan ancaman PHK. Misalnya, PT Indofood Sukses Makmur tahun ini akan memberhentikan ( PHK) 3.500 pekerja dengan alasan efisiensi.

Sampai Oktober 2005, produsen makanan olahan itu telah memberhentikan 2.900 pekerja dengan pesangon Rp 130 miliar. Pengurangan pegawai di Indofood tahun 2005 antara 3.500 sampai 4.000 orang. Langkah pengurangan pekerja itu, memberi efisiensi Rp 80 milyar sampai Rp 100 miliar pada Indofood. Anehnya perusahaan milik Salim Grup ini tetap akan menerima pegawai baru, khususnya untuk sektor perkebunan dan pelayaran.

Departemen Tenaga Kerja mencatat tak kurang dari 109.382 pekerja di PHK selama tahun 2005. Angka ini bertambah dari 101.689 PHK tahun 2004, tetapi berkurang dari 135.920 PHK tahun 2003. Berdasarkan data tersebut, masalah buruh dan pengusaha seakan menjadi bom waktu yang bisa meledak setiap saat. Dita Indah Sari, Koordinator FNPBI mengatakan, hubungan buruh dan pengusaha tidak serta merta terselesaikan dengan revisi UU Ketenagakerjaan. Kata Dita, buruh hanya mencemaskan dua hal: PHK dan penyelesaian perselisihan.

Dia menolak pernyataan sejumlah ekonom bahwa kenaikan upah buruh akan menyumbang pengangguran sebesar satu persen. Buruh merupakan pekerja terbesar di sektor formal, berjumlah 25,7 juta orang. Dita menyangkal bahwa upah minimum bukan penyebab utama pengangguran. Dan pengangguran terkait dengan krisis ekonomi.

Anton Supit, Ketua Apindo memahami tuntutan buruh untuk memenuhi kesejahteraan mereka, tetapi yang bisa diberikan saat ini harus sesuai dengan dukungan ekonomi bangsa. “Tanpa kemampuan tersebut, makin hari makin terjadi PHK, industri tidak bisa bersaing dan jadilah pedagang,” kata Anton.

Anton mengakui bahwa masalah ketenagakerjaan menjadi hal pokok di dalam menggerakkan iklim investasi. Soalnya investor akan melihat normatif ketenagakerjaan Indonesia bagaimana, upah minimumnya membuat perusahaan bisa bersaing atau tidak. Namun apa yang dipersoalkan Dita dan Anton, meski dari sisi yang berlawanan, hanyalah satu faktor persoalan ketenagakerjaan.

Fakta yang tak terbantahkan bahwa angka pengangguran terus meningkat dari tahun ke tahun. Persoalannya apa yang harus dilakukan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mencegah meledaknya bom waktu pengangguran.SH (Berita Indonesia 12)***

Perbandingan UU No 13/2003 dan Usulan Revisi Pemerintah

* Pasal 59 UU No 13/2003 tentang perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) maksimum selama tiga tahun dengan jenis dan sifat pekerjaan tertentu. Usulan Perubahan: Maksimum 5 tahun dengan jenis dan sifat pekerjaan tanpa batasan. Apabila pekerja/buruh memutuskan kontrak sebelum berakhir waktunya, wajib mengganti rugi sebesar upah yang seharusnya diterima selama sisa kontrak yang belum dilaksanakan.
* 65 (2) tentang Pekerjaan yang dapat diserahkan kepada perusahaan lain harus memenuhi syarat-syarat:
a.Dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama.
b.Dilakukan dengan perintah langsung dari pemberi
kerja.
c.Merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara
keseluruhan.
d.Tidak menghambat proses produksi secara langsung. Usulan Perubahan: Semua jenis dan sifat pekerjaan boleh di-outsourcing.
* 78, Ketentuan sama. Usulan Perubahan: Tambahan: Pekerja/buruh yang menduduki posisi menentukan kerja lembur, tidak berhak mendapatkan upah lembur.
* 79 (d) Istirahat panjang selama 1 bulan bagi pekerja/ buruh yang telah bekerja 6 tahun.Usulan Perubahan: Dihapus
* 89 (2) Upah minimum diarahkan kepada Kebutuhan Hidup Layak (KLH). Usulan Perubahan: KHL dihilangkan
* 142 (2) Akibat hukum dari mogok Kerja yang tidak sah. Usulan Perubahan: PHK tanpa syarat
* 156 Uang pesangon maksimal 9 bulan upah. Usulan Perubahan: Maksimal 7 bulan upah
* 156 Uang penghargaan masa kerja untuk pekerja/buruh yang sudah bekerja 3-6 tahun mendapat 2 bulan upah. Usulan Perubahan: Untuk pekerja/buruh yang sudah bekerja 5-10 tahun mendapat 2 bulan upah
* 156 Penggantian perumahan besarnya 10% dari total uang pesangon, ditambah uang penghargaan. Usulan Perubahan: Hanya pekerja/buruh yang mendapat fasilitas perumahan
* 164 (3) PHK karena efisiensi perusahaan mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebanyak 2 X ketentuan. Usulan perubahan: Menjadi 1 X ketentuan bagi pekerja/buruh yang menerima upah di atas Rp 1 juta, atau yang melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidak berhak mendapat pesangon.

Filed under: Uncategorized,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Metal Video Free Download, Death Metal Video, Black Metal Video, Heavy Metal, A-Z - VileMetalVids.com //]]>-->

var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl." : "http://www."); document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + "google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E")); var pageTracker = _gat._getTracker("UA-3302257-1"); pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();
Liputan 6 - Aktual Tajam dan Terpercaya
<!--// -->
<!--// -->

Kontak Kami

Email : redaksi@sctv.co.id atau liputan6@sctv.co.id     Faximile : 021 - 7278 2055,
Telepon : 021 - 2793 5555 Ekstensi 1211 - 1216,
SMS : ketik komentar <spasi> Komentar Anda, Kirim ke 7266
lain-lain : kirim komentar di http://blog.liputan6.com, kirim surat pembaca di http://www.liputan6.com
KOMPAS.com
Minggu, 20 Februari 2011
Selamat Datang   |      |  
<!-- -->
Afrika Barat
Sementara, di Koumassi dekat Abidjan, pasukan pro-Gbagbo juga menembakkan gas air mata kepada para...

KOMPAScom

KompasBola

KompasOtomotif

KompasEntertainment

KompasTekno

Saham & Valas Update : 20/2/2011 02:01
USD
8855.00
DJI
10340.69
EUR
12130.0215
FTSE
6082.99
JPY
106.4431
N300
198.07
AUD
8983.8398
HSI
23595.24
HEADLINE
HEADLINE
SPONSORED CONTENT
1 2 3 4 5 6
Topik Pilihan
KONGRES PSSI
Komite Pemilihan merahasiakan alasan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta, serta calon lain, dari proses verifikasi.
FILM HOLLYWOOD MENGHILANG?
Dengan ditariknya film-film Hollywood dari bioskop-bioskop, menurut Tantowi Yahya, ini menjadi satu peluang besar bagi industri...
UBERTWITTER DIBLOKIR
Fitur pemanjang Twitter melalui alamat tmi.me kemungkinan masih bisa digunakan kecuali untuk Direct Message dan akun yang...
KRISIS TIMUR TENGAH
Amnesti tersebut dijanjikan kurang dari sepekan gelombang protes, yang memaksa mantan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali lari...
Pilihan Editor
<!---Gate Kaleidoskop 2010
--->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!---->
<!-- -->
Pilih Surat Kabar Bangka Pos Banjarmasin Post Kompas Pos Kupang Serambi Indonesia Sriwijaya Post Surya Tribun Batam Tribun Jabar Tribun Kaltim Tribun Pekanbaru Tribun Timur Wartakota Pilih Majalah & Tabloid Angkasa Bola Chip Gaya Hidup Sehat Hai Info Komputer Kontan Motor Plus Otomotif Net Nakita National Geographic Nova PC Plus Sinyal Soccer Idea Pilih Penerbit Elex Media Komputindo Gramedia Majalah Gramedia Pustaka Utama Grasindo Kepustakaan Populer Gramedia Gramedia International Pilih Media Elektronik KOMPAS.com Sonora Motion FM Pilih Industri Bentara Budaya Dyandra Promosindo PT Gramedia Printing Group Universitas Media Nusantara Pilih Hotel Amaris Hotel Santika Indonesia The Kayana The Samaya