emeng_bali

Ikon

Just another WordPress.com weblog

indonesia-today



Tahun 2010 sebentar lagi berlalu. Tentu lebih bijak bila setiap akhir dan awal pergantian tahun, ada upaya introspeksi, baik sebagai individu dan anggota komunitas suatu bangsa, terutama bagi para pemimpin dan penyelenggara negara. Pertanyaan pokok, sebagai rujukan introspeksi, adalah: Bagaimanakah Indonesia Hari Ini? How Indonesia Today?

Tentu saja sudah jauh lebih maju dibanding tahun-tahun sebelum Indonesia merdeka, lebih 65 tahun lalu. Kala itu, para founding fathers berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Lalu setelah itu, dimensi perjuangan kemerdekaan diperluas dan dimateraikan sebagai bentuk perlawanan terhadap kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan (mencerdaskan kehidupan bangsa). Atau, kadang kala disebut perjuangan mengisi kemerdekaan.

Presiden Soekarno (1945-1966) dan Presiden Soeharto (1966-1998) dalam waktu yang cukup panjang telah melakukan hal-hal besar dalam upaya mengisi kemerdekaan dengan perlawanan terhadap kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Tentu dalam pemahaman, tak ada gading yang tidak retak.

Reformasi 1998 sebenarnya dimaksudkan untuk melakukan koreksi atas ‘gading retak’ semasa Orde Baru (Soeharto). Sebagaimana sebelumnya, Orde Baru melakukan koreksi atas Demokrasi Terpimpin (Soekarno), yang oleh rezim Orde Baru menyebutnya sebagai Orde Lama. Namun, sepatutnya, koreksi bukanlah penghakiman atas masa lalu, karena masa lalu tidak mungkin lagi bisa diubah, tetapi koreksi dimaksudkan untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu, melainkan lebih memperbaikinya hari ini dan hari esok.

Kini, dalam 12 tahun Era Reformasi (1998-2010), empat Presiden yakni BJ Habibie (1998-1999), KH Abdurrahman Wahid (1999-2001), Megawati Soekarnoputri (2001-2004) dan Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009 dan 2009-sekarang), telah berusaha menjadi ‘pahlawan’ dalam perjuangan melawan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan itu. Presiden Habibie, Gus Dur dan Megawati telah berhasil merehabilitasi dan merekonstruksi (memulihkan) kondisi Indonesia dari keterpurukan akibat krisis ekonomi dan politik 1998. Kemudian, dalam kondisi politik, ekonomi dan keamanan (ketertiban) yang lebih stabil, dilanjutkan Presiden SBY sejak 2004 sampai sekarang.

Selama kepemimpinannya, baik periode lima tahun pertama (2004-2009) maupun dalam satu tahun periode kedua (2009-2010), Presiden SBY telah banyak mengemukakan berbagai keberhasilan. Pidato-pidato dan keterangan persnya tentang berbagai keberhasilan yang dicapai sangat memukau publik. Terlalu panjang jika deretan keberhasilan yang dipaparkan itu ditulis dalam kesempatan ini.

Namun sebagai gambaran, dalam kesempatan ini dikutip Pidato Kenegaraan Presiden SBY 2010 di depan Sidang Paripurna DPR-RI, 16 Agustus 2010. Presiden mengawalinya dengan memaknai arti kemerdekaan. Kini, kata Presiden SBY, bangsa kita juga berjuang demi kemerdekaan yang membebaskan kita dari korupsi, dari diskriminasi, dari tindakan anarkis, dan dari ekstremisme serta terorisme.

Dia pun menyebut satu dalil penting, hakikat dari kemerdekaan adalah, bahwa nasib bangsa berada di tangan sendiri. Apakah Indonesia akan menjadi bangsa yang unggul di Asia, atau menjadi sebuah negeri dengan demokrasi yang rapuh? Apakah Indonesia akan semakin bersatu dan kokoh, atau menjadi lemah dan terpecah belah? Itu semua berada di tangan sendiri.

Menurut Presiden, Alhamdulillah, setelah 65 tahun merdeka, setelah tiga peralihan generasi, dan setelah mengalami berbagai gejolak dan pasang surut, bangsa Indonesia memasuki abad ke-21 dalam kondisi yang lebih kokoh. Dia menyebut selama tahun 1998 sampai dengan 2008, bangsa Indonesia telah melalui proses Reformasi Gelombang Pertama dengan selamat, meskipun sarat dengan tantangan dan persoalan yang berat. Dia pun menegaskan bahwa kini, kita masuk dalam Reformasi Gelombang Kedua.

Dalam sepuluh tahun pertama reformasi (Gelombang Pertama) itu, menurut Presiden kita telah melangkah jauh dalam melakukan transisi demokrasi. Telah melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi terhadap tatanan dasar dalam kehidupan politik, sosial, hukum, dan ekonomi. Telah melakukan tiga pemilu yang jujur dan adil. Mempunyai badan legislatif yang sangat independen dan telah menciptakan sistem check and balance yang sehat antara lembaga legislatif, eksekutif dan judikatif. TNI kembali menjadi tentara profesional, tidak lagi berpolitik dan berbisnis. Kebebasan pers dan kebebasan berpendapat kini terjamin. Undang-undang yang diskriminatif telah dihapuskan.

Dalam periode itu, juga telah melaksanakan proses desentralisasi yang sangat ekstensif. Juga menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara langsung di seluruh Indonesia. Kini, seluruh gubernur, bupati, walikota di Indonesia telah dipilih langsung oleh rakyat. Hasilnya, peta politik Indonesia telah berubah secara fundamental. Pelaksanaan demokrasi langsung ini mengubah banyak hal. Kini, rakyatlah yang berdaulat, bukan lagi sekelompok orang yang mengatasnamakan rakyat. Kini, Indonesia dikenal sebagai negeri demokrasi terbesar ketiga setelah India dan Amerika Serikat. “Tidak mengejutkan bila ada yang mengatakan bahwa ini sesungguhnya adalah revolusi diam-diam, atau the quiet revolution,” pidato Presiden SBY.

Selain itu, Presiden juga mengemukakan keberhasilan menyelesaikan konflik di Aceh, dan melakukan reformasi politik di Papua. Juga berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari minus 13 persen di tahun 1998, menjadi 6 persen di tahun 2008. Ekspor non-migas Indonesia pun telah menembus US$100 miliar, APBN menembus 1000 triliun rupiah, cadangan devisa Indonesia kini mencapai lebih dari US$78 miliar, dan rupiah terus stabil. Angka kemiskinan terus menurun, credit rating Indonesia terus membaik, dan rasio hutang atas PDB turun secara signifikan, kini mencapai 27,8 persen, salah satu yang terendah dalam sejarah Indonesia. Dan, yang paling penting, bangsa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang semakin kuat.

Presiden SBY juga menegaskan dirinya terus giat melaksanakan amanah rakyat untuk memberantas korupsi. Program anti-korupsi dilakukan secara sistemik, berkesinambungan, mulai dari atas, top-down, dan tanpa pandang bulu. Presiden SBY menegaskan bahwa perjuangan anti-korupsi di negeri ini akan terus menghadapi tantangan dan resistensi, namun tidak akan patah semangat. “Kita akan terus berikhtiar, karena kita semua ingin melihat korupsi terkikis habis dari bumi Indonesia” tegasnya.

Dan, tentu, banyak lagi pidato dan keterangan Presiden SBY yang cukup jelas dan memukau menegaskan berbagai keberhasilan, termasuk keberhasilan polisi membongkar peracikan ekstasi di sebuah rumah dan keberhasilan tim sepakbola The All Star Team-Milan Junior Camp Indonesia yang berhasil menyandang gelar Prima Classifico (peringkat pertama) di klasemen yang berlaga di Stadion San Siro, Milan, Italia, Oktober 2010.

Kemudian, dalam Lampiran Pidato Kenegaraan 2010, itu dijelaskan tahun 2010 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2010-2014 yang temanya adalah “Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan” dengan 3 (tiga) arah kebijakan umum.

Pertama, melanjutkan pembangunan mencapai Indonesia yang sejahtera. Kedua, memperkuat pilar-pilar demokrasi dengan penguatan yang bersifat kelembagaan dan mengarah pada tegaknya ketertiban umum, penghapusan segala macam diskriminasi, pengakuan dan penerapan hak asasi manusia, serta kebebasan yang bertanggung jawab. Ketiga, memperkuat dimensi keadilan dalam semua bidang termasuk pengurangan kesenjangan pendapatan, pengurangan kesenjangan pembangunan antardaerah (termasuk desa-kota), dan kesenjangan gender. Keadilan juga hanya dapat diwujudkan bila sistem hukum berfungsi secara kredibel, bersih, adil, dan tidak pandang bulu. Demikian pula, kebijakan pemberantasan korupsi secara konsisten diperlukan agar tercapai rasa keadilan dan pemerintahan yang bersih.

Sedikit-banyak, itulah gambaran Indonesia hari ini dalam versi pemerintah. Harus diakui, banyak di antaranya yang tergambar dalam realitas. Namun, betapa pun berbagai keberhasilan itu sedemikian apik dipaparkan, realitas keseharian, hari ini, pastilah lebih menggambarkan bagaimana Indonesia hari ini.

Bagaimana nasib rakyat Indonesia yang beruntun diterpa bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, kecelakaan, sampai terkena gempa, tsunami dan letusan gunung berapi (Selengkapnya baca: Derita Rakyat Tertimpa Bencana). Bagaimana nasib rakyat miskin yang sering berdesakan dan terinjak untuk mendapatkan sekilo beras, seliter minyak tanah dan sebungkus daging, bahkan masih ada yang mati kelaparan. (Kemiskinan dalam Statistik dan Realitas). Bagaimana nasib para TKI? (TKI Tanpa Perlindungan). Indonesia pun masih terus terjebak dalam perangkap utang permanen (Makin Dililit Utang).

Demokrasi sudah berkembang pesat, kendati masih dikotori kecurangan Pemilu dan politik uang (Demokrasi Maju Pesat). Serta belum diimbangi kemajuan penegakan hukum? (Treadmil Penegakan Hukum). Apakah korupsi sudah semakin berkurang atau justru semakin kreatif dan canggih. Contohnya, bagaimana kelanjutan kasus bailout Bank Century dan IPO Krakatau Steel? (Korupsi Makin Kreatif).BI/CRS (Berita Indonesia 81)

Filed under: Uncategorized,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Metal Video Free Download, Death Metal Video, Black Metal Video, Heavy Metal, A-Z - VileMetalVids.com //]]>-->

var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl." : "http://www."); document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + "google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E")); var pageTracker = _gat._getTracker("UA-3302257-1"); pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();
Liputan 6 - Aktual Tajam dan Terpercaya
<!--// -->
<!--// -->

Kontak Kami

Email : redaksi@sctv.co.id atau liputan6@sctv.co.id     Faximile : 021 - 7278 2055,
Telepon : 021 - 2793 5555 Ekstensi 1211 - 1216,
SMS : ketik komentar <spasi> Komentar Anda, Kirim ke 7266
lain-lain : kirim komentar di http://blog.liputan6.com, kirim surat pembaca di http://www.liputan6.com
KOMPAS.com
Minggu, 20 Februari 2011
Selamat Datang   |      |  
<!-- -->
Afrika Barat
Sementara, di Koumassi dekat Abidjan, pasukan pro-Gbagbo juga menembakkan gas air mata kepada para...

KOMPAScom

KompasBola

KompasOtomotif

KompasEntertainment

KompasTekno

Saham & Valas Update : 20/2/2011 02:01
USD
8855.00
DJI
10340.69
EUR
12130.0215
FTSE
6082.99
JPY
106.4431
N300
198.07
AUD
8983.8398
HSI
23595.24
HEADLINE
HEADLINE
SPONSORED CONTENT
1 2 3 4 5 6
Topik Pilihan
KONGRES PSSI
Komite Pemilihan merahasiakan alasan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta, serta calon lain, dari proses verifikasi.
FILM HOLLYWOOD MENGHILANG?
Dengan ditariknya film-film Hollywood dari bioskop-bioskop, menurut Tantowi Yahya, ini menjadi satu peluang besar bagi industri...
UBERTWITTER DIBLOKIR
Fitur pemanjang Twitter melalui alamat tmi.me kemungkinan masih bisa digunakan kecuali untuk Direct Message dan akun yang...
KRISIS TIMUR TENGAH
Amnesti tersebut dijanjikan kurang dari sepekan gelombang protes, yang memaksa mantan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali lari...
Pilihan Editor
<!---Gate Kaleidoskop 2010
--->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!---->
<!-- -->
Pilih Surat Kabar Bangka Pos Banjarmasin Post Kompas Pos Kupang Serambi Indonesia Sriwijaya Post Surya Tribun Batam Tribun Jabar Tribun Kaltim Tribun Pekanbaru Tribun Timur Wartakota Pilih Majalah & Tabloid Angkasa Bola Chip Gaya Hidup Sehat Hai Info Komputer Kontan Motor Plus Otomotif Net Nakita National Geographic Nova PC Plus Sinyal Soccer Idea Pilih Penerbit Elex Media Komputindo Gramedia Majalah Gramedia Pustaka Utama Grasindo Kepustakaan Populer Gramedia Gramedia International Pilih Media Elektronik KOMPAS.com Sonora Motion FM Pilih Industri Bentara Budaya Dyandra Promosindo PT Gramedia Printing Group Universitas Media Nusantara Pilih Hotel Amaris Hotel Santika Indonesia The Kayana The Samaya