emeng_bali

Ikon

Just another WordPress.com weblog

Korupsi Makin Kreatif



Hari ini, Indonesia terkorup di Asia-Pasifik. Tingkat kreativitas korupsi pun kian canggih. Hari ini, Indonesia seperti menabur angin (reformasi) dan menuai badai (korupsi).

Penyelesaian skandal Bank Century mulai tenggelamHasil survei terakhir Political & Economic Risk Consultancy (PERC), menempatkan Indonesia sebagai negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi. Dalam survei tersebut, dipublikasi Maret 2010, indeks korupsi Indonesia mencapai 9,07 dari skala 10. Justru meningkat dari survei tahun 2009 lalu,yakni pada angka 8,32.

Indonesia lebih korup dari (urutan peringkat berikutnya) Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, India, China, Taiwan, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Australia. PERC adalah sebuah badan riset independen dan penasihat konsultan terkemuka yang memberikan layanan kepada investor dan berbasis di Hong Kong.

Ini suatu peringkat pahit. Setelah Indonesia melakukan reformasi, ternyata hasilnya makin terkorup. Ketika Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menulis kolom di sebuah Koran ibukota (Sindo 02/05/2008) dengan judul: Menabur Reformasi, Menuai Korupsi? banyak orang memandangnya terlalu pesimistis.

Sebab kala itu, pemerintah begitu kreatif mengembar-gembor keberhasilan memberantas korupsi. Bahkan hingga kampanye Pemilu 2009, pemerintah masih dengan kreatif menjelaskan (mengampanyekan) keberhasilan pemberantasan korupsi. Publik pun masih terkesima dengan tebaran pesona keberhasilan tersebut.

Tetapi setelah disimak lebih dalam, ternyata gerakan reformasi pemberantasan korupsi telah gagal. Persis seperti sudah diungkap oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dua setengah tahun lalu, ketika banyak orang masih terkesima pada bungkusan (kemasan) kampanye keberhasilan pemberantasan korupsi. Kala itu, Komaruddin menuliskan, mengamati secara sepintas fenomena korupsi dalam era Reformasi dan pra-Reformasi tampaknya bagi kita sama saja.

Menurut Komaruddin, reformasi belum mampu melahirkan etos pelayanan publik yang bersih dan gerakan antikorupsi secara masif. “Bahkan ada tendensi bahwa di masa Reformasi korupsi justru kian ganas bagaikan virus yang menggerogoti tubuh. Kalau bagian tubuh yang diserang virus itu hanya permukaan kulit,mungkin tidak terlalu masalah karena kita hanya membutuhkan salep untuk mengobatinya,” paparnya.

Namun ternyata, ungkap Komaruddin, hati dan jantung pun tidak luput dari serangan virus yang berbahaya itu. ”Lembaga-lembaga terhormat di negeri ini yang merupakan hati dan jantung bangsa telah pula digerogoti virus korupsi. Secara teoritis, penanggulangan korupsi yang sudah menyerang hati dan jantung hanya bisa dilakukan dengan cara transplantasi. Namun dalam praktik hal itu tidak mudah,” keluhnya.

Ketua KPK Busyro MuqoddasKala itu, Komaruddin menggelisahkan bahwa kita harus menunggu periode pergantian komposisi lembaga-lembaga pemerintahan dan parlemen lima tahunan secara demokratis melalui pemilu. Komaruddin mengeluhkan hal ini sebelum Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009. Padahal, kata Komaruddin, masa lima tahun sudah cukup untuk membuat virus-virus berkembang biak. “Lebih gawat lagi jika virus itu sudah bercokol di urat nadi sistem birokrasi kita. Sebab, selain tidak mudah untuk memberantasnya, siapa saja yang masuk atau berada dalam sistem itu juga dapat terkena serangan,” jelasnya.

Keluhan Komaruddin itu, senada dengan pernyataan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas di gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/11) malam, sehari sebelum dia terpilih menjadi Ketua KPK. Dia menilai praktek korupsi di Indonesia sudah mengalami kreativitas yang canggih. Karena itu dibutuhkan adanya komitmen Komaruddin Hidayatberdasarkan common value dalam pemberantasan korupsi.

“Akibat kreativitas korupsi yang semakin canggih itu maka bisa jadi pola perlawanan yang sebelumnya digunakan tidak lagi sesuai. Jadi perlu mengusung ideologi gerakan perlawanan korupsi yang lebih smart,” kata Busyro.

Menurut Busyro, upaya pemberantasan korupsi kini mempunyai tantangan yang semakin besar. “Alasannya, korupsi dilakukan secara sistemik dan menggurita. Karena itu, “siapa pun yang masuk di KPK perlu memperbarui komitmen berdasarkan common value di semua jajaran,” tegasnya.

Pernyataan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat dan Busyro Muqoddas di atas memudahkan dan mengingatkan publik untuk lebih jeli mengamati peningkatan kreativitas korupsi di negeri ini. Seperti keputusan DPR dan hasil audit BPK yang mengindikasikan korupsi semakin canggih dan tamak dalam kasus bail out Bank Century.

Dugaan korupsi yang kian kreatif dan canggih terjadi pada initial public offering (IPO) PT Krakatau Steel, dengan penawaran saham yang terlalu murah, hanya Rp.850 per saham. Diduga terjadi insider trading demi kepentingan partai tertentu. Berbagai pihak memprotes, tetapi pemerintah (Kementerian BUMN) tetap bersikukuh dan telah mencatatkan saham PT KS di Bursa Efek Indonesia pada 10 November 2010.

Hendri Saparini, Ekonom dan Pendukung Citizen Lawsuit Penjualan Saham PT Krakatau Steel mengatakan pelaksanaan initial public offering tersebut menyisakan banyak tanda tanya. Kecurigaan terhadap adanya perdagangan yang melibatkan orang dalam (insider trading), misalnya, belum diinvestigasi maksimal. Masalah penetapan harga saham PT KS pada batas bawah penawaran Rp 850 juga belum diselidiki sungguh-sungguh. Terbukti, pada hari pertama terjadi kenaikan harga saham mendekati 50 persen, bahkan pada hari kedua masih naik lagi hingga Rp 1.340 pada harga penutupan.

Pendapat senada dikemukakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unika Atma Jaya A Prasetyantoko. Prasetyantoko mengungkapkan, salah satu fakta penting yang harus diusut adalah pelepasan saham oleh investor asing pada hari kedua penjualan, yang mengindikasikan bahwa yang membeli saham adalah investor jangka pendek yang mengambil keuntungan dari selisih harga saham di pasar perdana dengan pasar sekunder.

Begitu kreatif dan canggihnya! Maka, sangat menyedihkan, Indonesia hari ini masih terkorup di Asia Pasifik. Hari ini, Indonesia seperti menabur angin (reformasi) dan menuai badai korupsi).BI/CRS-MS (Berita Indonesia 81)

Filed under: Uncategorized,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Metal Video Free Download, Death Metal Video, Black Metal Video, Heavy Metal, A-Z - VileMetalVids.com //]]>-->

var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl." : "http://www."); document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + "google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E")); var pageTracker = _gat._getTracker("UA-3302257-1"); pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();
Liputan 6 - Aktual Tajam dan Terpercaya
<!--// -->
<!--// -->

Kontak Kami

Email : redaksi@sctv.co.id atau liputan6@sctv.co.id     Faximile : 021 - 7278 2055,
Telepon : 021 - 2793 5555 Ekstensi 1211 - 1216,
SMS : ketik komentar <spasi> Komentar Anda, Kirim ke 7266
lain-lain : kirim komentar di http://blog.liputan6.com, kirim surat pembaca di http://www.liputan6.com
KOMPAS.com
Minggu, 20 Februari 2011
Selamat Datang   |      |  
<!-- -->
Afrika Barat
Sementara, di Koumassi dekat Abidjan, pasukan pro-Gbagbo juga menembakkan gas air mata kepada para...

KOMPAScom

KompasBola

KompasOtomotif

KompasEntertainment

KompasTekno

Saham & Valas Update : 20/2/2011 02:01
USD
8855.00
DJI
10340.69
EUR
12130.0215
FTSE
6082.99
JPY
106.4431
N300
198.07
AUD
8983.8398
HSI
23595.24
HEADLINE
HEADLINE
SPONSORED CONTENT
1 2 3 4 5 6
Topik Pilihan
KONGRES PSSI
Komite Pemilihan merahasiakan alasan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta, serta calon lain, dari proses verifikasi.
FILM HOLLYWOOD MENGHILANG?
Dengan ditariknya film-film Hollywood dari bioskop-bioskop, menurut Tantowi Yahya, ini menjadi satu peluang besar bagi industri...
UBERTWITTER DIBLOKIR
Fitur pemanjang Twitter melalui alamat tmi.me kemungkinan masih bisa digunakan kecuali untuk Direct Message dan akun yang...
KRISIS TIMUR TENGAH
Amnesti tersebut dijanjikan kurang dari sepekan gelombang protes, yang memaksa mantan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali lari...
Pilihan Editor
<!---Gate Kaleidoskop 2010
--->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!---->
<!-- -->
Pilih Surat Kabar Bangka Pos Banjarmasin Post Kompas Pos Kupang Serambi Indonesia Sriwijaya Post Surya Tribun Batam Tribun Jabar Tribun Kaltim Tribun Pekanbaru Tribun Timur Wartakota Pilih Majalah & Tabloid Angkasa Bola Chip Gaya Hidup Sehat Hai Info Komputer Kontan Motor Plus Otomotif Net Nakita National Geographic Nova PC Plus Sinyal Soccer Idea Pilih Penerbit Elex Media Komputindo Gramedia Majalah Gramedia Pustaka Utama Grasindo Kepustakaan Populer Gramedia Gramedia International Pilih Media Elektronik KOMPAS.com Sonora Motion FM Pilih Industri Bentara Budaya Dyandra Promosindo PT Gramedia Printing Group Universitas Media Nusantara Pilih Hotel Amaris Hotel Santika Indonesia The Kayana The Samaya