emeng_bali

Ikon

Just another WordPress.com weblog

Petinggi PKS Diadukan KPK


Salah satu deklarator Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yusuf Supendi kemarin mengunjungi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, kemarin. Yusuf melaporkan tiga petinggi PKS, yaitu Presiden PKS Luthfi Hasan, Sekjen PKS Anis Matta, dan Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq.
Yusuf menuduh ketiganya terkait dengan dugaan dana asing dari Timur Tengah yang masuk ke kas KS. “Saya juga akan melaporkan penggelapan 10 miliar rupiah dalam pilkada DKI Jakarta,” kata Yusuf sebelum masuk gedung KPK.
Yusuf tiba di Kantor KPK pada pukul 14.10 WIB, mengenakan kemeja putih yang dibalut jas coklat dan peci hitam. Sayangnya, Yusuf hanya sedikit memberikan keterangan kepada wartawan yang sudah menunggu.
“Ya saya akan laporkan soal penggelapan uang partai sebesar Rp 10 miliar,” ujarnya singkat. Yusuf mengatakan, alasan melaporkan sejumlah indikasi korupsi di PKS itu karena masalah itu tidak bisa diselesaikan oleh internal partai. Sehingga, ia melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke KPK.
Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, menyarankan agar masalah ini diselesaikan secara internal partai. Sebaiknya, kata Tifatul memberi perumpamaan, “Cuci baju jangan di rumah tetangga.”
Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah menganggap, semua tuduhan itu dirancang oleh sekelompok orang yang pernah ada di dalam PKS, kemudian keluar dan kini mereka senang dengan kemajuan partai ini.
Apakah petinggi partai itu resah dengan manuver Yusuf ini? “Tidak ada yang kami khawatirkan. Ini hanya cara sekelompok orang yang tidak suka dengan PKS. Segala cara dihalalkan,” ungkap Fahri Hamzah terpisah.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik laporan yang diberikan oleh salah satu deklarator Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yusuf Supendi soal indikasi penggelapan dana partai Rp 10 miliar.
KPK akan mempelajari laporan tersebut. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, adalah hak setiap warga negara melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi kepada KPK. KPK akan terbuka menerima laporan itu dari siapapun.
“Tetapi secara prosedur, kita harus mempelajari terlebih dahulu laporan itu,” kata Johan di kantornya, kemarin. Menurutnya, dalam mempelajari laporan itu, KPK bisa menentukan apakah laporan itu terdapat indikasi tindak pidana korupsi atau tidak.
Jika memang ada unsur tindak pidana korupsinya, maka KPK juga masih akan menentukan apakah kasus itu harus ditangani oleh KPK atau dengan lembaga penegak hukum lainnya.
Namun, Johan menjelaskan bahwa KPK hanya menangani kasus korupsi yang melibatkan penyelenggara negara. Menurutnya, petinggi partai bukanlah penyelenggara negara. “Ya tetap nanti KPK akan mempelajari laporan itu, apakah ada indikasi tindak pidana korupsi yang melibatkan penyelenggara negara atau tidak,” ujar Johan.
Sebelumnya, Yusuf menjelaskan alasannya melapor ke KPK. Menurutnya, sejumlah elit partai tersebut diduga telah menerima dana asing dari Timur Tengah untuk partai. Mereka juga diduga melakukan penggelapan dana pilkada DKI Jakarta 2007 sebesar Rp 10 miliar.
Pada kunjungannya ke KPK kemarin, ia akan memberikan beberapa dokumen yang menurutnya bisa menjadi bukti awal mengungkap dugaan penggelapan dan gratifikasi yang dilakukan para petinggi PKS.
Yusuf Supendi adalah salah seorang pendiri Partai Keadilan sebelum berganti nama menjadi Partai Kadilan Sejahtera. Dia menjadi anggota DPR dari FPKS periode 2004-2009. Di DPR, Yusuf Supendi pernah menjadi anggota Komisi X, sekaligus anggota Badan Legislasi DPR. Yusuf Supendi pernah menjabat anggota Majelis Syuro PKS periode 2000-2005. Dia juga pernah menjabat anggota Dewan Syariah PK/PKS periode 2000-2005.
Sebelumnya, Yusuf sudah melaporkan Presiden PKS ke Badan Kehormatan DPR. Yusuf menuding Presiden PKS dan Sekjen PKS menggelapkan uang partai. Anis Matta, Sekjen PKS diduga menggelapkan uang dana Pilkada DKI Rp 10 miliar bersumber dari Adang Daradjatun Rp 40 miliar.
Mantan anggota Majelis Syuro PKS itu mendesak KPK segera memproses hukum para elite dan kader PKS yang bermasalah. “Segera lakukan langkah-langkah hukum terhadap para elite PKS yang dikomandoi Hilmi Aminuddin dengan pembuktian terbalik,” pinta Yusuf seusai menemui pimpinan KPK di Gedung KPK, kemarin.
Selain itu, Yusuf juga minta kasus daging sapi berjanggut ditindaklanjuti. “Segera menindaklanjuti kasus daging sapi bermasalah, main daging pentolan PKS. Renyah daging berjanggut. Segera menindaklanjuti dugaan gratifikasi elite PKS,” tegas Yusuf lagi.
Yusuf juga minta KPK berkoordinasi dengan KPU dan kepolisian terkait dugaan manipulasi data donatur sebesar Rp50 miliar. “Karena itu, KPU atau kepolisian agar segera memblokir kantor DPW PKS tersebut dan mengamankan pemegang bukti fisik supaya tidak terjadi penghilangan data,” tandasnya.
Yusuf siap dikonfrontasi dengan siapa saja elite PKS di depan pengadilan. Berbicara mengenai ancaman kekerasan terhadap dirinya, Yusuf yakin pelaku sekaligus aktor intelektualnya ialah elite PKS sendiri.

Pleno BK DPR
Badan Kehormatan DPR akan menggelar rapat pleno untuk membahas laporan pengaduan salah seorang pendiri Partai Keadilan Sejahtera, Yusuf Supendi.
“Besok (maksudnya hari ini, red) BK akan rapat pleno internal membahas pengaduan yang disampaikan oleh Yusuf Supendi,” ujar Wakil Ketua BK DPR, Nurdiman Munir, saat dihubungi via telepon.
Kalau dirasa ada bukti permulaan yang cukup, lanjut Nudirman, laporan pengaduan Yusuf tersebut akan dibuatkan nomor register perkara di BK. “Setelah itu, BK akan menyelidiki dan memverifikasi dengan memanggil saksi-saksi terkait atau pejabat yang berwenang,” tambah dia.
Namun, Nudirman tidak bersedia memberitahukan rapat pleno BK DPR tersebut akan membahas laporan Yusuf untuk kasus apa dan siapa saja pihak-pihak yang bakal dimintai keterangan. “Soal itu saya belum bisa beritahukan. Tapi nanti pasti akan diberitahukan setelah rapat pleno,” kata Nudirman.
Badan Kehormatan DPR sudah menerima laporan Yusuf atas Presiden dan Sekretaris Jenderal PKS itu pada Agustus 2010. Namun, baru Kamis kemarin, Badan Kehormatan memanggil Yusuf agar menjelaskan laporannya.

Tangapan PKS?
Bagaimana tanggapan petinggi PKS? “Ini berkah buat kami, karena ini panggung buat PKS untuk menjelaskan mekanisme internal partai,” kata Anis Matta di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Anis menjelaskan bahwa selama ini mekanisme internal partai tertutup untuk publik. Tapi dengan kasus ini, PKS memiliki peluang untuk memperkenalkan sistem internal PKS kepada khayalak ramai.
“Bahwa dalam PKS, sistem di atas individu. Tidak ada orang suci di PKS, siapa saja bisa kena hukuman begitu melanggar. Termasuk yang menimpa Yusuf Supendi,” kata Anis.
Meski demikian, Anis enggan menjelaskan penyebab Yusuf Supendi dikeluarkan dari partai yang didirikannya. “Itu tidak bisa saya buka. Itu etika internal kami,” tegasnya.
Anis mengaku tidak risau dengan tudingan dan pengaduan pendiri Partai Keadilan (sekarang PKS) Yusuf Supendi ke Badan Kehormatan DPR.
“Sebagai warga negara beliau tentu bebas melaporkan siapa saja dan beliau punya hak penuh untuk itu. Kita menghargai hak itu. Sepanjang tidak ada fakta hukum, maka kita tentu tidak akan menyikapi secara serius. Kan baru tuduhan,” kata Anis Matta di DPR, kemarin.
Menurut Anis, ancaman ini sudah ada sejak 2005-2006. Semua yang dilaporkan Yusuf sudah disebarkan ke kader PKS . “Kita sudah tahu dokumen itu, kita juga tidak kaget,” ujarnya.
Menurutnya, PKS memiliki sistem yang berjalan di atas kepentingan individu. Jadi siapa pun yang melakukan pelanggaran pasti dikenakan sanksi tidak peduli pendiri, pejabat, senior atau apapun. “Termasuk saya juga setiap saat bisa terkena seperti itu,” tambahnya.
Apakah PKS akan menggugat balik? Wakil Ketua DPR Ini mengaku sejauh ini memang ada tuntutan kader-kader untuk menggugat balik, tapi DPP tidak berfikir hingga ke arah itu.
“Alasannya, Pertama, karena kita ini memiliki adab internal di PKS, jadi semua orang yang kena hukuman di PKS tidak disosialisaikan, kenapa? Karena kita tidak mau sanksi itu sebagai karakter asasinasi kepada yang bersangkutan kita menjaga keutuhan keluarga mereka,” jelasnya.
“Itu etika, jadi di satu sisi sistem kita keras di satu sisi lain kita punya perlakuan manusiawi kepada semua anggota, lagi pula ini kan organisasi dakwah. Setiap saat orang bisa berubah ini kan bukan akhir dari hidupnya. Kita memberikan ruang bagi orang untuk berubah,” tuturnya.
Sementara itu, soal tuduhan Yusuf yang mengatakan Anis Matta menilep uang sisa kampanye sebesar Rp10 miliar, Anis enggan mengomentarinya. Anis justru berseloroh, “Kok cuma sepuluh ya, yang dilaporkan PKS ke KPUD itu Rp76 miliar itu dari rame-rame kita laporkan.”
Anis Matta menambahkan, bahwa ada permainan yang melibatkan sejumlah kalangan dan menyerang PKS beberapa hari belakangan ini. Anis juga meramalkan bahwa serangan seperti itu akan terus mendera partai ini.
Anis menyebut sejumlah kasus yang disebutnya sebagai bentuk serangan terhadap PKS. Kasus-kasus itu antara lain soal pembenahan koalisi, reshuffle kabinet, dan belakangan muncul Yusuf Supendi yang mengadukan tiga petinggi PKS ke Badan Kehormatan DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Secara logika, memang ada kesan serangan balik ke PKS, tapi detailnya seperti apa sedang kami pelajari. Cuma, peta itu kelihatan oleh PKS,” kata Anis. Meski demikian, kata dia, PKS tidak mau gegabah menanggapi serangan-serangan ini, siapapun pelakunya.
Menurutnya, pola serangan seperti yang dilakukan Yusuf Supendi itu sebenarnya sudah ada sejak lama. Apakah PKS tahu siapa di balik permainan ini? “Kami tahulah. Tapi kami tidak perlu bereaksi terlalu jauh, karena kami tidak melihat ini ada ancaman buat PKS.”
PKS, kata dia, juga tidak mau berasumsi lebih jauh apakah ada keterlibatan partai lain dalam serangan terhadap PKS itu. “PKS santai saja menghadapi ini. Tidak ada ancaman yang perlu dikhawatirkan, walaupun kami tahu ada permainan.”

Filed under: Uncategorized,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Metal Video Free Download, Death Metal Video, Black Metal Video, Heavy Metal, A-Z - VileMetalVids.com //]]>-->

var gaJsHost = (("https:" == document.location.protocol) ? "https://ssl." : "http://www."); document.write(unescape("%3Cscript src='" + gaJsHost + "google-analytics.com/ga.js' type='text/javascript'%3E%3C/script%3E")); var pageTracker = _gat._getTracker("UA-3302257-1"); pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();
Liputan 6 - Aktual Tajam dan Terpercaya
<!--// -->
<!--// -->

Kontak Kami

Email : redaksi@sctv.co.id atau liputan6@sctv.co.id     Faximile : 021 - 7278 2055,
Telepon : 021 - 2793 5555 Ekstensi 1211 - 1216,
SMS : ketik komentar <spasi> Komentar Anda, Kirim ke 7266
lain-lain : kirim komentar di http://blog.liputan6.com, kirim surat pembaca di http://www.liputan6.com
KOMPAS.com
Minggu, 20 Februari 2011
Selamat Datang   |      |  
<!-- -->
Afrika Barat
Sementara, di Koumassi dekat Abidjan, pasukan pro-Gbagbo juga menembakkan gas air mata kepada para...

KOMPAScom

KompasBola

KompasOtomotif

KompasEntertainment

KompasTekno

Saham & Valas Update : 20/2/2011 02:01
USD
8855.00
DJI
10340.69
EUR
12130.0215
FTSE
6082.99
JPY
106.4431
N300
198.07
AUD
8983.8398
HSI
23595.24
HEADLINE
HEADLINE
SPONSORED CONTENT
1 2 3 4 5 6
Topik Pilihan
KONGRES PSSI
Komite Pemilihan merahasiakan alasan tidak lolosnya Arifin Panigoro dan George Toisutta, serta calon lain, dari proses verifikasi.
FILM HOLLYWOOD MENGHILANG?
Dengan ditariknya film-film Hollywood dari bioskop-bioskop, menurut Tantowi Yahya, ini menjadi satu peluang besar bagi industri...
UBERTWITTER DIBLOKIR
Fitur pemanjang Twitter melalui alamat tmi.me kemungkinan masih bisa digunakan kecuali untuk Direct Message dan akun yang...
KRISIS TIMUR TENGAH
Amnesti tersebut dijanjikan kurang dari sepekan gelombang protes, yang memaksa mantan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali lari...
Pilihan Editor
<!---Gate Kaleidoskop 2010
--->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!--//<![CDATA[ var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php':'http://ads4.kompasads.com/new2/www/delivery/ajs.php'); var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999); if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ','; document.write (""); //]]>-->
<!---->
<!-- -->
Pilih Surat Kabar Bangka Pos Banjarmasin Post Kompas Pos Kupang Serambi Indonesia Sriwijaya Post Surya Tribun Batam Tribun Jabar Tribun Kaltim Tribun Pekanbaru Tribun Timur Wartakota Pilih Majalah & Tabloid Angkasa Bola Chip Gaya Hidup Sehat Hai Info Komputer Kontan Motor Plus Otomotif Net Nakita National Geographic Nova PC Plus Sinyal Soccer Idea Pilih Penerbit Elex Media Komputindo Gramedia Majalah Gramedia Pustaka Utama Grasindo Kepustakaan Populer Gramedia Gramedia International Pilih Media Elektronik KOMPAS.com Sonora Motion FM Pilih Industri Bentara Budaya Dyandra Promosindo PT Gramedia Printing Group Universitas Media Nusantara Pilih Hotel Amaris Hotel Santika Indonesia The Kayana The Samaya